SI MANTAN AUTIS NAN JENIUS


oleh Aan Khairunisa

Alhamdulillah, Allah anugrahi saya untuk memegang amanah sebagai seorang pendidik di sebuah lembaga pendidikan di daerah pinggiran kota. Dari berbagai karakter peserta didik yang saya temui, ada beberapa yang sangat berkesan dan memberikan banyak pengalaman hidup bagi saya pribadi khususnya dan umumnya bagi yang membaca tulisan ini.

Saya akan ceritakan salah satu siswa yang memiliki kesan tersendiri di benak saya. Yaitu seorang siswa baru, dan diperkenalkan oleh orang tuanya sebagai seorang anak mantan autis.

Kesan pertama tidak ada unsur autis yang tertangkap benak ini, yang ada anak nan cerdas, beretika dan disiplin. Dia selalu mengingatkan saat jam masuk dan ganti pelajaran. Hingga suatu hari kutemui peristiwa yang sedikit menguras pikiran untuk menenangkannya. Kudapati ia yang histeris menangis di kelas dikelilingi teman temannya. Saya bawa ia ke ruang BK dengan harapan, karena ruang tersebut lebih tenang jadi bisa menenangkannya. Namun nihil, 30 menit berlalu, berbagai cara saya lakukan namun dia masih asyik dengan tangisannya. Dari membiarkan ia menangis di pangkuan, memberinya kata kata motivasi, mengajarinya cara menenangkan diri dan lain lain. hingga saat jengah dan rasa tak sabar itu datang, Bahasa agak meninggipun terucap, “Hai, Boy, bangun! jangan cengeng, kamu cowok, Cowok tidak cengeng.” Tak terduga dia langsung berhenti menangis. Saat itulah pujian terucap sebagai reward, “Gitu dong….anak baik tidak cengeng.” Kemudian kamipun berdialog, tanya jawab tentang apa yang dirasa dan terjadi. Cerita mengalir begitu saja dari curhatan sampai perdebatan. Dari situlah hal-hal positif saya masukkan ke benaknya.  Hari ini terasa begitu luarbiasa, karena bertemu dengan anak yang luar biasa ini, jiwa adrenalin sayapun tersulut menghadapinya.

Seminggu sudah berlalu, saat jam pulang dengan ditandai bel empat kali berbunyi. Di hari jum’at kegiatan belajar mengajar berakhir pada pukul 11.10 WIB. Saat saya sedang menikmati segelas teh manis yang sudah dingin karena sejak pagi baru disentuh, tiba-tiba seorang guru berlari menghampiri “Maaf, Ibu, anak special histeris lagi.” Sayapun bergegas menuju tempat sang anak dan terlihat ia di depan kelas terduduk sambal menangis memilukan. Saya angkat bahunya sambil berkata “Hai jagoan, ada apa? anak hebat ibu kenapa menangis, bukankah kau anak laki yang hebat?,” sayapun membawanya ke dalam kelas, kemudian ia menceritakan sepedanya yang entah berada dimana. Dari situ saya belajar saat tenang kita akan bisa berpikir jernih dan emosipun bisa terkendali. Saya jelaskan kemungkinan kemungkinan yang ada hingga sepeda yang ia caripun ditemukan di tempat berbeda.

Pekan demi pekan berlalu dan sudah tidak ada lagi laporan ataupun keluhan dari si anak histeris, namun sebaliknya yang ada, adalah laporan jika nilai setiap ulangan dari beberapa mata pelajaran sangat memuaskan. Hingga suatu hari, dia mendekati saya dan berujar “Ibu, tolong nilai kemampuan berbahasa inggris saya.” Saya menatapnya dan berkata ”Oke, do this test.” Iapun dengan gesit mengerjakan soal yang sebenarnya belum saya ajarkan. Beberapa menit kemudian dia serahkan buku cetaknya untuk saya periksa. “Great, your answers are almost right.” Dia hanya menjawab” yes …, thank you”.  Sejak saat itu dia selalu bicara dengan Bahasa Inggris, dan saya akui pelafalannya sangat fasih.

Tiba saat dimana guru BK menanyakan tentang anak tersebut dan meminta orang tua si anak untuk datang ke sekolah dalam rangka bertukar pikiran saja. Dari pertemuan tersebut kami mengetahui latar belakang anak tersebut. Ternyata sejak usia tiga tahun dia yatim, namun sejak itu pula ia bisa bicara. Bahasa awal yang ia ucapkan adalah Bahasa Inggris. Ibunyapun terkejut dengan keistimewaannya. “Saya tidak tau, darimana anak saya belajar bahasa Inggris yang begitu fasih”, demikian penjelasan ibunya. Ternyata ini keistimewaan yang Allah berikan di balik segala kekurangannya.

Hari berikutnya berjalan seperti biasanya, namun saat jam pelajaran dimulai, sang anak mendekat dan bertanya ”Miss, do you know where I learnt English?” kujawab “I don’t know, where is it?” “From the television” sahutnya. Ya, sekarang saya paham ternyata ia hobi nonton kartun yang berbahasa inggris namun kecerdasannya bisa menangkap dan mempelajari bahasa tersebut hingga ia mahir berbahasa Inggris. Sejak saat itu saya mulai beri ia peluang untuk bisa lebih berkembang. Saya tawarkan ia untuk ikut serta lomba pidato bahasa Inggris dan ia pun menyanggupi. Selain itu sayapun memintanya bercerita dalam Bahasa Inggris dalam program kegiatan ajang ekpresi, yang kami adakan setiap hari Senin setelah upacara. Dan si mantan autis pun, kini berubah julukan jadi si Jenius.

Penyunting :Lilis Yuningsih



Tentang Penulis.

Aan Khairunisa adalah seorang perempuan yang terlahir dari pasangan Bapak Rusnadi A dan Ibu Oyoh Jariyah pada tanggal 12 Mei tahun 1980.
Ia dibesarkan di sebuah desa terpencil di wilayah Indramayu, tepatnya di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

Pada tahun 1986 ia mulai mengenyam pendidikan dasar di SDN Pondoh II yang sekarang sudah berubah nama SDN I Sambimaya. Di tahun 1992 mulai mengenal kehidupan pesantren karena di tahun itu selepas SD ia masuk Pesantren Modern As-Sakienah di Desa Tugu Kecamatan  Sliyeg Kabupaten Indramayu dan mukim di sana selama enam tahun.
Lulus Pesantren di tahun 1998, mulai mengabdi di sebuah Madrasah di Desa Sambimaya, sambil melanjutkan study di Universitas Wiralodra, dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Tahun 2000 ia dipercaya untuk mengajar Bahasa Inggris di MTs PUI segeran dan SMP Siti Chodijah Segeran yang sekarang lebih terkenal dengan sebutan kampus putih.
Tahun 2002 adalah tahun bersejarah karena di tahun tersebut ia berhasil menyandang gelar Sarjana Pendidikan. Setelah lulus peluangpun berdatangan, tawaran menjadi guru di SMP Pluspun diterima.
Keberkahan Allahpun datang di tahun 2005. Setelah mengikuti tes CPNS yang kebetulan kuota untuk guru Bahasa inggris yang dibutuhkan banyak, hasil menunjukkan jika dia menjadi salah satu yang namanya tercantum dalam papan pengumuman peserta yang lulus tes. Dan sampai sekarang ia menjadi pendidik di MTSn 2 Indramayu yang sebelumnya bernama MTS Negeri Wotbogor Indramayu.








Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SI MANTAN AUTIS NAN JENIUS"

Post a Comment