TANTANGAN MENDIDIK ANAK MILENIAL DI ERA INDUSTRI 4.0


Banyak keluhan para orangtua ataupun guru dalam mendidik anak jaman now atau anak milenial. Kebuntuan dalam menghadapi sikap atau prilaku anak, tak jarang menimbulkan kesalahan dalam mendidik anak atau bahkan memicu tindak kekerasan (verbal ataupun fisik) orangtua terhadap anak.

Bagaimana cara mendidik anak yang baik, dikupas tuntas dalam sesi pertama seminar bertema "Mendidik Anak Milenial di Era Industri 4.0".

Sebagai nara sumber, panitia menghadirkan Erlinda, komisioner Indonesia Child Protection Watch (ICPW). Erlinda menyatakan bahwa mendidik anak yang terbaik adalah mendidik dengan cinta.

Sesi pertama yang dimoderatori oleh Sumardi, M.Pd., pengawas SMP dinas pendidikan kabupaten Cirebon, diramaikan dengan forum tanya jawab dan pemberian hadiah untuk para penanya.

Pada sesi kedua, hadir sebagai nara sumber Dr.rer naat Bambang Heru Iswanto, M.Si., dosen Fakultas MIPA Universitas Negeri Jakarta. Beliau memaparkan tentang apa dan bagaimana era industri 4.0. Untuk membantu pemahaman peserta, ditayangkan vidio tentang pengelolaan pertanian modern yang menggunakan peralatan canggih yang serba digital.
Direktur Pandawacare Foundation Jakarta ini menjelaskan, kebutuhan orang jaman kini beralih bukan lagi pada soal urusan perut, tapi lebih mengutamakan pada sebuah alat media yang disebut gawai atau handphon. Disadari atau tidak handphone sudah menjadi barang wajib bagi setiap orang. Saat ini banyak aspek kehidupan yang dikendalikan lewat hp. Selain komunikasi, pesan tiket, transaksi pembayaran, membeli barang bahkan order makanan bisa dilakukan sambil duduk minum kopi. Berbagai aplikasi sudah tersedia sesuai yang dibutuhkan.

Masalahnya, bagaimana kita yang tergolong generasi old, mempersiapan anak-anak kita agar mampu survive di masa depan. Ada gap yang sangat lebar di sana. Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya guru dan pemerintah, yang utama adalah keluarga sebagai tempat pertama anak - anak mendapatkan pendidikan.

Acara yang diikuti lebih dari 200 peserta dari kalangan pendidik di wilayah Kabupaten Cirebon ini, terasa lengkap dengan hadirnya pemateri dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Hj. Wiwin. Beliau memaparkan bidang kerja lembaga yang dipimpinnya. Banyak kasus-kasus yang terjadi menimpa kalangan ibu dan anak yang ditanganinya.

Seminar sehari yang digelar di aula Gedung PGRI Kabupaten Cirebon pada Kamis, 7 November 2019 ini,  terlaksana atas kerjasama ICPW, dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan para Alumni NEPAL Angkatan '87.
Berawal dari reuni akbar pada tahun 2016 terbentuklah sebuah ikatan yang kegiatan awalnya sebatas melepas kangen berujung di tempat kuliner. Dari seringnya bersilaturahim itulah tercetus ide agar para alumni dapat memberi arti bagi dunia pendidikan khususnya dan masyarakat Cirebon pada umunnya.

Ketua penyelenggara yang juga Kepala SMA Negeri Palimanan, sekaligus alumni Nepal '87, Drs. Darmo Susyanto, bertekad akan lebih mengembangkan kegiatan serupa di waktu yang akan datang. "Kita harus dapat memberi manfaat bagi orang lain di sekirar kita, khususnya masyarakat Cirebon," tegasnya di akhir acara. (Yoyon Supriyono/Guneman)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TANTANGAN MENDIDIK ANAK MILENIAL DI ERA INDUSTRI 4.0"

Post a Comment