Tak Mau Terlalu Lama Bersedih, Sundari Kejar Ulangan Susulan

Sundari (17), sosok tangguh yang menginspirasi teman-teman dan guru-gurunya


Guneman (SUKABUMI) –Masih hangat dalam ingatan kita mengenai kejadian meninggalnya tiga orang karena diduga menghirup gas beracun dalam sumur di Cibadak, Sukabumi, Ahad (1/12) lalu. Kejadian itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Adalah Sundari Safitri (17), putri dari salah satu korban yang bernama Dudung (52), yang terpukul atas berpulangnya ayahanda tercinta. Sundari mengaku tidak percaya telah kehilangan ayah yang disayanginya tersebut.
“Kami ditinggalkan ayah dan kakak ipar (Ade Rohman – Red). Saya sempat shock, tapi kami kembalikan semua ini kepada Allah,”ujar gadis yang masih duduk di kelas XI.MIPA.2 di SMA Negeri 1 Nagrak ini kepada Guneman, pada Rabu (4/12).
Walaupun sangat sedih dan sempat izin tidak masuk sekolah selama dua hari, kini Sundari sudah mulai bersekolah lagi seperti biasa.
“Hari ini saya ikut ulangan susulan dua mata pelajaran.” tambahnya.
Adapun selama satu minggu ini, SMA Negeri 1 Nagrak sedang melaksanakan kegiatan ulangan umum.
“Kebetulan SMA Negeri 1 Nagrak sedang melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) sejak senin kemarin. Kami bangga Sundari sudah semangat mengejar mata pelajaran yang diujikan selama dua hari kemarin.” Kata Leti Susilawati (32), guru di SMA Negeri 1 Nagrak.
Peristiwa pahit yang dialami Sundari tidak malah menjadikan Sundari menyerah meraih cita-cita. Gadis yang bermimpi bisa menjadi Guru Biologi ini berjanji untuk terus melakukan yang terbaik di dalam hidupnya. Hal itulah yang menjadi kebanggaan dari para guru-gurunya di SMA.
“Sundari itu anak pandai, kami semua sangat mendoakan kesuksesan dia kelak.” pungkas Leti. (Panji Pratama)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tak Mau Terlalu Lama Bersedih, Sundari Kejar Ulangan Susulan"

Post a Comment