PERLUNYA PEMBATASAN PENGGUNAAN HANDPHONE PADA SISWA

Oleh Vera Verawati

Sebuah realita mengejutkan, ketika penulis bertemu seorang petugas relawan yang sering mengadakan penelusuran ditempat-tempat wisata di Kuningan Jawa-Barat ditemukan hampir puluhan pasangan yang berstatus pelajar terekam kamera sedang berbuat asusila di area publik, mereka melakukannya diantara gajebo saat sepi pengunjung atau diantara celah bebatuan bahkan ada yang melakukannya diarea mesjid, pihak mana yang harus disalahkan atas kejadian ini, keluarga, sekolah dan sistem pendidikan, atau lingkungan. Tentu tak ada pihak yang ingin dipersalahkan atas kerusakan moralitas pelajar kita saaat ini.

Karena semua pihak memiliki peran masing-masing atas pertumbuhan pelajar kita, namun diantara beberapa peran tersebut gadjet menjadi hal yang paling besar pengaruhnya pada pergaulan pelajar, kurangnya kontrol dalam penggunaan handphone, baik dari orang tua maupun sekolah. Bukan saja perbuatan asusila yang terjadi namun etika dan sopan santun remaja kita hampir 70% minus dari 10 siswa yang dilakukan wawancara hanya 3 yang dinyatakan lolos beretika baik  ketika dinilai dari cara mereka menjawab dan menanggapi angket  yang diajukan.

Peran penting orang tua selama pelajar berada dirumah untuk menjaga komunikasi dengan baik dan pendekatan persuasif dengan mengajak mereka berkegiatan bersama, orang tua harus memberi contoh pada anak-anak setidaknya selama anak-anak berada dirumah orang tua tidak asik dengan handphone melainkan melakukan sesuatu dan melibatkan anak-anak dalam sebuah pekerjaan rumah, dengan begitu mempersempit ruang untuk anak-anak menggunakan handphone, terutama hindari memberikan handphone  pada anak-anak dibawah umur, batas usia diperbolehkan sekurangnya diusia 14 tahun.
Sementara disekolah perlunya diperketat peraturan tentang penggunaan handphone juga sangat diperlukan, terutama selama proses belajar berlangsung, larangan tidak membawa handphone saat proses belajar dan melakukan pengecekan pada setiap handphone yang dimiliki pelajar amat diperlukan, tentu tanpa pemberitahuan sebelumnya agar tidak terjadi kecurangan (menghapus aplikasi) yang dirasa akan bermasalah saat ditemukan sekolah. Peran cerdas guru sangat diperlukan dalam menyikapi penggunaan handphone ini, lebih sering melakukan proses belajar dialam/dilapangan menjadi metode unik mengurangi penggunaan handphone.

Guru adalah sosok yang seharunya bisa ditiru, maka dianjurkan selama proses belajar guru tidak menggunakan handphone, jika itu tidak berhubungan dengan mata pelajaran yang sedah diajarkan, kecuali handphone digunakan sebagai media pendukung dalam pemetaan materi pelajaran. Sedangkan disekolah sendiri banyak sekali guru-guru kita saat proses belajar malah asik dengan handphone sementara pelajar hanya diberi tugas dan membiarkan mereka melakukannya sendiri. Alangkah baiknya saat mereka diberi tugas sebagai guru melakukan interaksi dengan pelajar agar mereka melakukan tugas mereka dengan sungguh-sungguh dan untuk menjaga komunikasi aktif antara guru dan pelajar.

Pendidikin sexs (Sexs Education) juga sangat penting disosialisasikan disekolah dari mulai tinggkat SD hingga Fakultas, dibutuhkan guru yang bisa menyampaikan pendidikan sexs ini dengan menarik namun tidak terkesan vulgar, setidaknya pelajar memahami betapa pentingnya menjaga kehormatan baik laki-laki atau perempuan. Tidak hanya pelajar perempuan yang harus mendapat pengetahuan tentang sexs melainkan pelajar laki-laki memiliki keharusan yang sama terutama dari segi resiko kesehatan.
Lingkungan, diperlukan kerjasama terutama kepada pihak pengelola tempat wisata, agar membatasi jam buka serta melakukan penyisiran di jam-jam tertentu untuk menghindari tindak asusila pelajar ditempat umum. Serta peran masyarakat untuk lebih peka terhadap sekitar, sekiranya melihat tindakan asusila dimanapun itu ingatkan mereka untuk tidak melakukannya, karena tindakan tersebut tidak saja melanggar agama tapi juga melanggar etika sosial.
Selain radiasi yang ditimbulkan oleh handphone bisa merusak mata dan jaringan otak tapi juga bisa berpengaruh besar pada psikologis anak-anak/pelajar. Maka dari itu mari kita bekerjasama mensosialisasikan sehari tanpa handphone untuk menyelamatkan generasi kita, atau meminimalisir penggnaan handphone pada anak-anak/pelajar dengan memberikan mereka kegiatan-kegiatan yang positif, baik berkegiatan dirumah bersama keluarga, disekolah bersama guru-guru atau dilingkungan bersama masyarakat dan teman sepermainan, jangan pernah lelah untuk mengingatkan mereka betapa pentingnya masa depan mereka untuk kelangsungan kehidupan berikutnya, jika mereka merusaknya sekarang maka kecil kemungkinan mereka akan sukses kedepannya. Mari menyelematkan pelajar kita dari kerusakan moral dengan memberinya perhatian dan cinta dari orang-orang tersayang. (VR 06012020)

Penulis : Vera verawati Pekerjaan : Pramusaji KEDAI SAYUR ASEM KUNINGAN

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERLUNYA PEMBATASAN PENGGUNAAN HANDPHONE PADA SISWA"

Post a Comment