KETIKA GURU HARUS MENGAJAR DARI RUMAH

Oleh Muhammad Firman Suwarya, M.Kom

Menyampaikan materi pelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar(KBM) adalah salahsatu tugas dari seorang guru. Pada hakekatnya materi yang diberikan oleh guru harus tersampaikan, terserap, dan terimplementasikannya terhadap semua peserta didiknya. Proses kegiatan belajar mengajar ini sebenarnya bisa dilaksanakan dengan secara langsung dan secara tidak langsung. Pada proses pembelajaran secara langsung seorang guru bisa dengan leluasa dalam menyampaikan materi pelajarannya. Selain itu, juga bisa langsung memperhatikan, mengevaluasi, dan mengembangkan sikap, perilaku, dan attitude, serta lainnya. Banyak juga kelebihan lainnya, diantaranya adalah mudah dalam mengatur suasana kelas agar lebih tenang dan nyaman. Bisa melakukan eksperimen merangsang keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, lebih mudah memusatkan perhatian peserta didik, dan  akan dapat lebih mudah untuk menjawab semua masalah peserta didik yang timbul.
Namun selain kelebihan-kelebihan diatas juga terkadang muncul kekurangan-kekurangan yang mungkin akan timbul. Salah satunya adalah akan cukup menyita waktu bila terjadi perbedaan pendapat antara peserta didik. Terutama jika dalam sesi diskusi yang menuntut strategi tepat seorang guru agar semua materi pelajaran tersampaikan sehingga  target dan tujuan akan tercapai. Dari kelebihan dan kekurangan hal tersebut proses kegiatan belajar mengajar cara langsung ini, tetap lebih banyak kelebihan-kelebihannya dibandingkan KBM tidak langsung. Sehingga tak bisa dipungkiri memang cara belajar secara langsung di kelas merupakan cara yang paling ideal untuk seorang guru.

Sedangkan cara yang kedua yaitu KBM secara tidak langsung, artinya seorang guru dalam menyampaikan materi pelajarannya tidak berhadapan langsung dengan peserta didiknya. Apakah itu dilaksanakan dalam satu tempat tertentu seperti rumah ataupun lainnya. Sedangkan semua peserta didik menerima materi pelajaran dari tempat berbeda yang juga memungkinkan bisa dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan ataupun bisa juga dengan waktu yang berbeda dengan pengaturan dan batasan yang dilakukan oleh guru.

Cara ini memang lebih simple dan praktis dalam proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih pada keadaan seperti saat ini, dimana Indonesia sedang mengalami pandemic covid 19 yang berdampak langsung terhadap semua lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

Kegiatan belajar mengajar secara tidak langsung ini menuntut keterlibatan semua unsur dalam melaksanakan dan menyukseskannya. Baik itu unsur sekolah, masyarakat, orangtua, peserta didik. Tentunya guru dalam hal ini, harus terus meningkatkan kepekaan, dan memberikan solusi terhadap segala yang terjadi pada setiap situasi dan kondisi.

Peran penting Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam memberikan solusi mengatasi keterbatasan yang ada, sangat terasa oleh fihak sekolah dan semua komponen yang ada di dalamnya. Begitupun pihak-pihak non pemerintah. Tidak sedikit yang turut andil dalam memberikan solusi. Salah satunya dalam bentuk website yang bisa digunakan atau diakses untuk proses kegiatan belajar mengajar dengan tidak berbayar atau free.

Pada implementasinya pemanfaatan website ini menuntut semua pengguna, khususnya guru untuk  mengenal, memahami, dan menerapkannya dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan tidak secara langsung. Disisi lain seorang guru juga harus mampu memilah dan memilihnya yang disesuaikaan dengan kebutuhan dan daya serap semua peserta didik serta keadaan orangtua yang heterogen.

Kemampuan guru dalam melaksanakan KBM dengan memanfaatkan website secara efektif ini, akan menghindarkan diri dari masalah. Masalah yang kemungkinan timbul dari peserta didik dan orangtua yang menuntut hasil kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dengan cara ini, memberikan hasil maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dalam cara penyampaian materi pada kegiatan belajar mengajar saat ini, Bagi seorang guru merupakan hal istimewa karena secara tidak langsung telah lebih meningkatkan komunikasi dan hubungan timbal balik yang harmonis dengan orangtua peserta didik yang bisa dijadikan sebagai control dan evaluasi terhadap hasil  pembelajaran itu sendiri.


PROFIL PENULIS



Muhammad Firman Suwarya, penulis asal Indramayu Jawa Barat. Sarjana lulusan Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Tulus Cendekia di Bandung, dan Pascasarjana Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Eresha Universitas Pamulang di Tangerang Banten dengan konsentrasi Software Engineering. Aktif menulis semenjak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Buku-bukunya yang pernah diterbitkan berjudul Penerapan Exact Match Pada Singular Value Decomposition Dengan Menggunakan Discrete Cosine Transform Untuk Deteksi Pemalsuan Pada Citra (Kun Fayakun, 2019), Persahabatan Sebening Embun (Edwrite, 2019), Sarjana Cangkul (Jmaestro, 2019), buku antologi Ayo Belajar Informatika (Andi Offset, 2019), Dari Film Pendek Hingga Pandai Sikek (Media Guru, 2019), Indonesia Is We (Media Guru, 2019), Buka Bersama Keluarga (Penerbit Mecca, 2019), Ketika Ramadhan (Penerbit Mecca, 2019), Sajak-sajak Penaku (Mandiri Jaya Publishing, 2019), Syair Pena Para Pujangga (Rumah Produksi Naskah, 2019), Story of Life (eduvation, 2019),  serta beberapa naskah lain yang tengah diproses oleh penerbit.

Pemilik akun Instagram @firmansuwarya, Facebook Muhammad Firman Suwarya, dan Blog gubuginformatika.blogspot.com.



Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "KETIKA GURU HARUS MENGAJAR DARI RUMAH"

  1. Mencoba beberapa aplikasi untuk berinteraksi.

    Seharian kemarin penuh dengan berbagai aplikasi. Pagi pakai aplikasi zoom dengan anak anak. Siang dgn pengurus mgmp tik Tangerang pakai aplikasi webex. Sore hari pakai live youtube Chanel utk menonton cetak biru pendidikan indonesia. Malamnya pakai zoom lagi untuk berbagi materi pembelajaran daring yang ideal. Banyak juga yang gabung.

    Senang juga bisa keliling Indonesia dari rumah saja. Berbagai aplikasi baru memudahkan semuanya. Kita pilih mana yang disuka. Semuanya untuk memudahkan kita berinteraksi dan saling berkomunikasi dengan sesama.

    Pagi ini dapat kiriman video dari pak Adi. Beliau guru bahasa Indonesia di sekolah kami. Anak anak senang ada kegaiatan online di smp labschool jakarta yang kami sayangi. Peringatan isra miraj virtual berjalan lancar sekali. Sebagai ketua panitia kegiatan Isra Miraj saya bahagia sekali. Sebab berbagai aplikasi memudahkan kami berkomunikasi saat ini.

    Wabah corona menyatukan kami di dunia maya. Inilah pembelajaran modern yang harus kami hadapi di depan mata. Belajar sepanjang hayat sampai tutup usia.


    Salam blogger persahabatan
    Omjay
    Guru blogger Indonesia.
    Blog http://wijayalabs.com

    ReplyDelete
  2. Wah ada blogger idola saya berkomey di sini, terima kasih sudah mampir Om Wijaya.

    ReplyDelete