SEDEKAH NISFU

oleh Èsèp M Zaini
Pemred Majalah Guneman

Bukan hanya lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, juga Muludan dan Rajaban, yang ramai dirayakan oleh masyarakat di desa kami. Tetapi, ada juga perayaan nisfu Syakban. Kami menyebutnya sidekah (sedekah) nisfu.

Sidekah nisfu, tentu berbeda cara perayaannya. Masyarakat tidak saling mengirim makanan sebagaimana lebaran. Tetapi, masing-masing membuat masakan atau penganan sesuai dengan kemampuannya.

Orang kaya biasanya lebih lengkap. Kadang menyembelih kambing atau membeli daging sapi dari pasar. Orang menengah membuat nasi uduk atau tumpeng. Dengan lauk-pauknya ayam atau telur. Orang kurang mampu, tergantung situasi.

Makanan tersebut dihidangkan di masjid atau majelis atau rumah salah seorang ajengan jelang magrib. Lelaki, tua muda dan anak-anak berkumpul di majelis atau masjid. Sementara perempuan di rumah ajengan.

Magrib pun tiba, mereka salat magrib berjamaah. Lalu salat sunat bakdiah. Usai salat, secara serentak mereka membentuk lingkaran besar hingga dinding, baik yang di masjid, majelis maupun rumah. Sesajian makanan ditempatkan di tengah-tengah.

Ajengan mulai membuka acara nisfu Syakban dengan tausyiah secukupnya. Malam nisfu Syakban merupakan tanda ditutup buku amal kita selama satu tahun ke belakang. Semoga, amal kita yang baik diterima Allah Swt. dan yang tidak baik diampuni-Nya. Mulai malam ini kita membuka lembaran baru dalam buku catatan amal yang baru pula. Semoga Allah Swt. selalu membimbing kita dalam mengerjakan amalan-amalan yang baik. Juga, melindungi kita dari campur tangan setan. Malam ini setan murung, bermuram durja karena sia-sialah pekerjaan dia selama satu tahun ke belakang menggoda anak cucu Adam yang beriman. 

Selanjutnya, ajengan menyampaikan tata cara membaca surat Yasin. Bacalah sebanyak tiga 3 (tiga) kali. Yang pertama untuk memohon panjang umur dan ketaatan/ketakwaan serta dapat istiqomah kepada Allah SWT. Kedua, untuk memohon diluaskan rezeki yang halal dan menolak bala. Ketiga, dibaca untuk memohon ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat.

Lantas diakhiri dengan berdoa bersama secara khusyuk memohon apa pun yang tersirat dalam hati. Sebab, malam Nisfu Syakban adalah malam yang sangat diijabah untuk dikabulkannya semua doa dan hajat-hajat yang diinginkan.

Ajengan memberi aba-aba untuk mulai membaca surat Yasin yang pertama. Jamaah mengikutinya. Mereka membaca dengan tartil. Tidak ada yang mendahului kecepatan ajengan. Begitu juga yang kedua dan ketiga kalinya. Diakhiri dengan berdoa. Ajengan yang melantunkan doa. Jamaah mengamini secara serempak beraturan.

Usailah ritual pokok malam nisfu Syakban. Ajengan memulai dan mempersilakan jamaah untuk mengambil dan menyantap sesajian. Mereka antre bergantian. Masing-masing dari berbagai arah. Centong untuk mengambil makanan telah disiapkan banyak. Mereka tampak sangat bahagia.

Usailah "pesta pora" sidekah nisfu. Mereka membereskan kembali wadah bekas makanan. Kemudian bersiap-siap untuk melaksanakan salat Isya berjamaah.***

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEDEKAH NISFU"

Post a Comment