AMALAN PENDAMPING PUASA

oleh Imam Nur Suharno
(Penulis Buku Kultum Ramadhan, Kepala HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat)


Ibadah di bulan Ramadhan balasan pahalanya dilipatgandakan. Bahkan, pahala puasa Ramadhan balasanya hingga tak terhingga karena Allah sendiri yang akan membalasnya. Meski demikian, disamping selalu menunaikan ibadah puasa secara optimal, hendaknya seorang muslim juga semangat melakukan amalan pendamping puasa yang pahala sama atau bahkan lebih besar dari puasa.
Amalan pendamping puasa itu, pertama, menghiasi diri dengan akhlak mulia. Dengan kemuliaan akhlak, seseorang akan dapat meraih pahala sederajat orang yang berpuasa. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin dengan kemuliaan akhlaknya akan mampu meraih derajat orang yang berpuasa (di siang hari) dan shalat (di malam harinya).” (H.R. Abu Dawud).
Kedua, mendamaikan orang yang berseteru. Dengan mendamaikan dua orang atau lebih yang bermusuhan maka seseorang akan mendapatkan pahala yang lebih besar dari pahala puasa. Nabi SAW bersabda, “Maukah kalian aku beri tahu suatu amalan yang lebih utama dari derajat puasa, shalat, dan shadaqah? Mereka menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mendamaikan dua pihak yang sedang berseteru.” (H.R. Abu Dawud).
Ketiga, berjihad di jalan Allah. Dengan berjuang di jalan Allah seseorang berpeluang mendapat pahala sederajat dengan pahala orang berpuasa. Nabi SAW bersabda, “Perumpamaan seorang yang berjihad di jalan Allah seperti perumpamaan seorang yang berpuasa (di siang hari) dan melakukan shalat (di malam hari) yang khusyuk membaca ayat-ayat Allah, tiada pernah jemu berpuasa, dan shalat hingga orang yang berjihad di jalan Allah kembali pulang.” (H.R. Muslim).
Keempat, memberi makan untuk orang berbuka puasa. Dengan memberikan makan orang yang berbuka puasa maka seseorang berpeluang mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang diberi makan, bahkan lebih besar tergantung jumlah orang yang diberi makan untuk berbuka.
Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa memberi makanan untuk buka kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (H.R. Ibnu Majah).
Kelima, mengukuhkan amalan hati, seperti keimanan, keikhlasan, dan kejujuran. Imam al-Muzami berkata, “Abu Bakar tidak mengalahkan para sahabat Nabi SAW dengan banyaknya puasa dan shalat, tetapi dengan sesuatu yang bersemayam dalam hatinya.”
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita kaum muslimin agar dapat menjalankan amalan pendamping ibadah puasa yang nilai pahalanya setara atau lebih besar dari pahala ibadah puasa. Amin.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "AMALAN PENDAMPING PUASA"

Post a Comment