CORETAN HIKMAH; PRABOWO GAGAL (LAGI)

Oleh Esep Muhammad Zaini*

Bagi sebagian orang, Prabowo itu gagal berkali-kali. Baik jadi panglima TNI, wakil presiden (2009) maupun presiden (2014 dan 2019). Bagi saya, tidak. 

Justru Prabowo menjadi contoh nyata dalam perjuangan dan pengorbanan untuk meraih cita-cita, baik sebagai pribadi, keluarga maupun bangsa. Orang-orang sering menyebut kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda. Kalimat itu sangat klise, tetapi bisa membuat kita terhindar dari sikap frustrasi. 

Prabowo, juga kita, memang sebaiknya selalu belajar dari anak-anak (balita) yang sedang belajar berdiri dan berjalan. Berdiri, lalu jatuh. Berdiri lagi, jalan selangkah, lalu terjatuh lagi. Berdiri lagi untuk meraih langkah berikutnya. Dan, akhirnya kita bisa jalan dan berlari.

Tidak terlalu penting, Prabowo jadi presiden atau tidak (tentu bagi para pendukungnya sangat penting). Tetapi jauh lebih hebat menjadi teladan bagi para penerus bangsa. Bahwa perjuangan untuk menggapai cita-cita itu mesti terus diikhtiarkan. Apalagi untuk kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara.

Para politikus dan negarawan ini menjadi etalase karakter bangsa, baik ke dalam maupun ke dunia. Sikap Prabowo pasti ditiru atau diteladani, terutama oleh para pendukungnya. Artinya, mantan Danjen Kopasus ini telah ikut mendidik dan membangun karakter bangsa. Tentu semua pihak diuntungkan, terutama orang tua dan guru/dosen sedikit berkurang beban mental dalam mendidik anak dan para siswanya.

Selamat berjuang tiada henti, Pak Prab!

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Majalah Guneman, Ketua Yayasan Guneman Bandung, Ketua Yayasan KAGUM BOGOR RAYA, Ketua Yayasan Guneman Kamilah Almunawar Cianjur dan Komisaris Utama CV GUNEMAN Bandung. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CORETAN HIKMAH; PRABOWO GAGAL (LAGI) "

Post a Comment