MENGKRITIK DAN MENGHINA

oleh Èsèp Muhammad Zaini*

Mengkritik/memberi saran/menasihati sangat dianjurkan dalam agama Islam. Sebagaimana yang termaktub dalam Q.S. Al-Ashr (3):
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran."

Rasulullah pun sangat suka, bahkan selalu minta dikritik. Beliau mengatakan, "Seorang Muslim adalah cermin bagi saudaranya."
Menghina adalah perbuatan nista. Dalam agama Islam sangat dilarang. Jangankan menghina sesama manusia, menghina binatang pun tidak boleh.

Rasul shallallahu alaihi wasalam pun memberi wasiat.
لاَ تَسُبَّنَّ أَحَدًا
“Janganlah engkau menghina seorang pun.” Abu Jurayy berkata, “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

Dalam surat Al-Hujurat, Allah Swt. memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik” (QS. Al-Hujurat: 11).

Akhir-akhir ini, saya merasa terusik dan khawatir terhadap saudara sebangsa setanah air yang mengkritik, tetapi cenderung, bahkan kebablasan saling menghina, baik sebagai lembaga/simbol negara maupun pribadi. Mengkritiklah yang proporsional dan dibutuhkan oleh pimpinan, sesama anak bangsa dan negara. Hindarilah membuat atau menyebarluaskan meme-meme yang cenderung menghinakan seseorang atau lembaga atau komunitas atau suku bangsa atau yang lainnya. Agar kita terhindar dari perbuatan yang menjurus ke penimbunan dosa.

Siapa pun pasti tidak sudi dihina, tetapi kalau dikritik berlapangdadalah karena seseorang masih menyayangi kita.***

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Majalah Guneman, Ketua Yayasan Guneman, Ketua Yayasan KAGUM BOGOR RAYA, Ketua Yayasan Guneman Kamilah Almunawar, dan Komisaris CV GUNEMAN Bandung. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "MENGKRITIK DAN MENGHINA"

  1. Allah Ta’ala berfirman,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)

    “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 2-3).


    Rumaysho:
    https://rumaysho.com/8579-mengajak-orang-lain-untuk-baik-namun-lupa-akan-diri-sendiri.html

    ReplyDelete