MERAIH LAILATUL QADAR

Hikmah 

oleh Esep Muhammad Zaini*

Sepuluh malam terakhir Ramadan, sebaiknya kita bertasbih, berzikir, beristigfar dan bersalawat hanya untuk mengagungkan Lailatul Qadar. InsyaAllah segala perdosaan kita diampuni oleh Allah Swt. Kemudian kita mohon kebaikan di dunia dan akhirat. Di akhirat nanti, kita mohon untuk dipertemukan dengan Allah Swt dan Rasulullah SAW. Anugerah dan kenikmatan yang tiada tara. 

Urusan dunia pun, insyAllah akan dimudahkan tanpa harus kita mohonkan, otomatis.

Usai taraweh langsung tidur, bangun pukul 00.00, lalu kita bertasbih, berzikir, beristigfar dan bersalawat sebanyak-banyaknya. Tidak mesti dihitung. Sebab, Allah Swt tidak hitung-hitungan melimpahkan rahmat dan rezeki kepada kita. 

Juga, baca Alquranul karim, bisa surat-surat pendek. Kemudian berdoa, "Allahumma innaka afuwwun karim tuhibul afwa fa'fu anni (ya Alloh, sesungguhnya Engkau maha pemaaf dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)". Bertobat pada 10 malam terakhir Ramadan, tidak menangis pun, Allah Swt langsung mengampuni seluruh dosa kita. Sebab, Lailatul Qadar bisa disebut malam diskon dan obral pengampunan dari Allah Swt. 

Saudaraku, mari kita laksanakan. Juga, jangan lupa doakan orang tua kita agar selamat dunia akhirat.

Malaikat-malaikat sibuk turun-naik antara rumah kita dengan langit. Mengantarkan berbagai macam keberkahan dari Allah Swt. Mengangkut semua permohonan kita. Langsung disampaikan kepada Allah Swt. Tiada henti hingga fajar tiba.

Rasulullah SAW pun rela 'pisah ranjang' dengan istri tercintanya sementara waktu. Sepuluh malam terakhir Ramadan. Demi meraih Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam yang lebih baik daripada tiga puluh ribu malam. Kita, mengapa tidak?

Hentikan dulu sejenak aktivitas dan rutinitas keduniawian. Karena di sini kita cuma numpang lewat menuju kampung halaman abadi. Di sini kita cuma menunggu datangnya waktu salat dan kiamat (maut). Aktivitas lainnya itu cuma pelengkap yang apabila diniatkan karena Allah Swt, insyAllah mendapat pahala. 

Semoga kita termasuk orang yang pengabdi Tuhan Allah Swt. Bukan pengabdi setan laknatullah.

Allah Swt akan tersenyum kepada orang-orang yang melakukan pengakuan dosa yang amat besar dan banyak. Maka lantunkanlah doa berikut ini.

"Rabi zhalamtu nafsi zhulman katsirawainnahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli min 'indika maghfiratan innaka antal ghafurur rahim."

Artinya:
"Ya Rabi, saya sudah mendzolimi diri saya dengan kedzaliman yang sangat banyak. Sedangkan tidak ada yang bisa menghapuskan dosa kecuali Engkau yang Maha Pengampun. Ampunilah dosa saya, berilah saya ampunan dari sisi Engkau."

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kemampuan kepada kita untuk meraih Lailatul Qadar Ramadan 1441 H. Aamiin Allahumma aamiin.

Cianjur, 20 Ramadan 1441 H.

Penulis adalah Pemimpin Pondok Pesantren Kamilah Almunawar, Warungkondang Cianjur. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "MERAIH LAILATUL QADAR"

  1. Barangsiapa yang mempunyai kezhaliman kepada saudaranya mengenai hartanya atau kehormatannya, maka diminta dihalalkanlah kepadanya dari dosanya itu sebelum datang hari di mana nanti tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat), di mana akan diambil dari pahala amal kebaikannya untuk membayarnya. Kalau sudah tak ada lagi amal kebaikannya, maka akan diambil dari dosa orang yang teraniaya itu, lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya itu” (HR. Bukhari).

    Kekhilafan di antara sesama manusia hanya akan terbebas setelah dapat saling memaafkan di antara mereka. Inilah otoritas Allah yang diberikan kepada manusia. Allah sendiri tidak akan memaafkan seseorang atas kesalahan yang pernah diperbuatnya dengan sesama manusia, sebelum di antara mereka sendiri dapat saling memaafkan.

    ReplyDelete