PEMANFAATAN BUBUR KERTAS DALAM PEMBUATAN MAKET GARUDA WISNU KENCANA-BALI


oleh Dr. RASTO, M.Pd.

Guru Merdeka
Guru sebagai pengatur jalannya proses belajar mengajar, haruslah memiliki cara agar semua proses kegiatan belajar mengajar menjadi proses yang menyenangkan. Guru harus memiliki sebuah konsep dan metode pembelajaran yang betul-betul dapat mengantarkan siswa untuk mengerti pelajaran sejarah dan pada akhirnya mereka mampu menerapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Sesuai dengan “roh” kurikulum 2013 yang telah disempurnakan (versi 2016). Salah satu pendekatan yang digunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pasca terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, salah satu program unggulannya adalah “Merdeka Belajar” dan salah satu faktor terpenting dalam program tersebut adalah guru yang merdeka.  Guru merdeka adalah guru yang berani berimajinasi secara positif serta mampu menemukan formula yang tepat antara tuntutan kurikulum, kebutuhan peserta didik, ketersediaan sarana prasarana, dan situasi kondisional keuangan orang tua peserta didik.

Setiap sekolah mempunyai kondisional yang berbeda, guru merdeka harus kreatif memanfaatan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan sekolah, sebagai salah satu alternatif yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Pemanfaatan bubur kertas dalam pembuatan maket bangunan sejarah, adalah kegiatan pembelajaran-yang mungkin dianggap sebagai kegiatan ketrampilan “low tech” bagi sebagian orang- yang pernah saya lakukan di SMA Negeri 1 Terisi Indramayu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, maket  merupakan miniatur atau bentuk tiruan dari rumah, sekolah, gedung, pesawat, kapal  dan benda lainnya yang biasanya terbuat dari kayu, kertas, styrofoam dan yang lainnya. Maket biasanya digunakan untuk mempresentasikan benda dengan skala atau ukuran yang lebih kecil. Maket terdiri dari berbagai jenis diantaranya maket arsitektur, maket struktural, maket mekanikal dan lain sebagainya. Maket bangunan sejarah yang pernah dibuat siswa SMA Negeri 1 Terisi antara lain; Maket Candi Brahu-Jawa Timur, Patung Garuda Wisnu Kencana-Bali, Monumen Nasional – Jakarta, Monumen Tugu Jogja-Yogyakarta dan Monumen Tugu Bunderan Mangga - Indramayu.

Mengenal Lebih Dekat Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana 

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu  yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 120 meter.

Garuda, kata Garuda berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti sebuah burung badanya seperti manusia, namun kepala dan kaki menyerupai burung serta di bagian punggung terdapat sayap. Tentunya burung Garuda adalah burung mitologi. Wisnu adalah salah satu dewa dalam Agama Hindu yang memiliki peranan dalam memelihara serta menjaga semua hasil ciptaan Tuhan, sedangkan kencana artinya emas.
Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.
Di kawasan itu terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional.

Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta Agung.

Pada tanggal 22 September 2018 Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri peresmian patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Cara Pembuatan Maket Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Bahan dan Alat
1.Triplek Ukuran 1 x 1 m
1 lembar
2. Karton 6 lembar
3.Kertas Koran ½ Kg
4.Kertas HVS Bekas 2 ½ Kg
5. Lem Fox13 buah
6. Bata Merah  4 buah
7. Sekam 50 ons
8. Pewarna makanan 2 buah
9. Cat 2 buah
10.Hiasan pohon plastik 7 buah
11.Cutter 3 buah
12.Gunting 2 buah
13. Kuas 2 buah
14. Lilin + Korek 1 buah
15. Gergaji1 buah
16. Ember1 buah
17. Air 5 liter

Proses Pembuatan Maket Garuda Wisnu Kencana
Siapkan papan triplex ukuran 1x1 meter
Gunakan pensil dan penggaris untuk menggambar dasar bangunan candi dipapan triplex
Siapkan kertas karton lalu potong/gunting berbentuk bangun dengan bantuan lem.
Kemudian potong/gunting kertas karton untuk membuat pondasi awal dengan ukuran yang sudah di tentukan.
Tempel menggunakan lem fox lalu di diamkan sampai mengering.

Lalu buat badan maket dengan menempelkan kertas karton di atas pondasi yang sudah di buat.
Kemudian setelah badan maket selesai. Masuk kepada pembentukan bagian atas dengan menempelkan karton dengan membuat patung Garuda dan Wisnu.

Kemudian siapkan bubur kertas dengan cara :
Siapkan Koran dan air berbanding 1 kg per 1 ember air               
Lalu sobek-sobek kertas Koran sampai berukuran kecil
Kemudian masukkan kertas yang sudah di sobek-sobek ke dalam ember yang berisi air, lalu aduk hingga merata

Dan setelah itu diamkan selama minimal 1 hari penuh
Selanjutnya peras bubur kertas yang sudah didiamkan minimal 1 hari tersebut. Dan jemur perasan bubur kertas tersebut dibawah sinar matahari selama kurang lebih 10 menit.

Kemudian campurkan bubur kertas itu dengan lember banding 1 kg bubur kertas per 1  bungkus lem fox.
Selanjutnya oleskan lem pada permukaan bangun maket GWK dan tempelkan bubur kertas tersebut hingga merata menutupi bangunan GWK.

Maket GWK dijemur kembali di bawah terik matahari.
Untuk mewarnai Maket GWK menggunakan serbuk batu bata merah yang sudah disaring dan di campur dengan air, kemudian bangunan candi diolesi lem fox dan juga pewarna makanan.
Warnai Maket GWK dengan pewarna tersebut secara merata dengan cara di kuas.

Jemur kembali Maket GWK dibawah terik matahari hingga kering.
Tahap selanjutnya menghiasi halaman Maket GWK dengan menggunakan pohon-pohonan, rumput-rumputan dan taburan sekam yang sudah di cat warna hijau
Oleskan lem pada halaman Maket GWK yang akan dihiasi, kemudian taburkan sekam yang sudah diberi pewarna dan hiasan-hiasan tersebut sekreatif mungkin.
Maket Garuda Wisnu Kencana (GWK) selesai dibuat.

Video Tutorial di Youtube Akun rastohabibi
Peserta didik SMA Negeri 1 Terisi tahun 2019 membuat maket sejarah sebagai media untuk efektivitas pembelajaran sejarah, dalam kurikulum 2013 dapat dijadikan sebagai salah satu nilai pengetahuan dan ketrampilan.   Bukti proses pembuatan maket, maka membuat video tutorial pembuatan maket “Garuda Wisnu Kencana” di Bali dan hasilnya kemudian upload di youtube akun rastohabibi. Tujuan upload ke youtube agar dapat memberikan manfaat dan menginspirasi bagi orang lain, khususnya guru sejarah.


Manfaat Pembuatan Maket Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam Pembelajaran

Peningkatan pembelajaran pembuatan maket GWK untuk meningkatkan Informatif Fun Aktif Kreatif pada pembelajaran sejarah Indonesia dapat dilihat dari indikator sebagai berikut:
Pertama, Meningkatkan motivasi peserta didik belajar karena peraga dapat merangsang tumbuhnya perhatian serta mengembangkan keterampilan. Metode yang digunakan guru selama ini menggunakan proses belajar mengajar berlangsung cenderung konvensional. Setelah diinformasikn bahwa pembelajaran akan membuat maket bangunan sejarah, sedikit demi sedikit siswa mulai tertarik mengikuti pelajaran dan peserta didik menjadi lebih termotivasi. Guru juga menjadi tahu ketrampilan yang selama ini terpendam pada diri masing-masing peserta didik. Ketrampilan yang didapat adalah ketrampilan membuat maket dan ketrampilan membuat video tutorial pembuatan  maket GWK.

Kedua, Membuat peserta didik menjadi lebih aktif berpikir dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis karena peserta didik tidak sekedar mengingat dan mendengarkan, namun mengembangkan pikirannya dengan fakta. Membuat maket Garuda Wisnu Kencana adalah pilihan kelas yang telah disepakati bersama, yang dilakukan peserta didik selanjutnya adalah mencari informasi tentang GWK dan setelah informasi yang didapat sudah lengkap, kemudian merekonstruksi pengetahuan yang di dapat menjadi maket GWK.
Ketiga, Peserta didik menerapkan ketrampilan abad XI yaitu komunikasi dan kolaborasi. Pembentukan kelompok belajar, peserta didik saling berinteraksi dan berdiskusi untuk menuntaskan tugas yang sudah disepakati bersama, yaitu pembuatan maket Garuda Wisnu Kencana.  Peserta didik diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang menjadi tanggungjawabnya kemudian bekerjasama dan saling berdiskusi dengan cara saling bertukar informasi dalam satu kelompok agar terselesaikannya maket Garuda Wisnu Kencana.

Keempat, Dapat mengubah guru sebagai transmisi yang berfungsi sebagai penghantar menjadi fasilitator, peraga membuat siswa lebih aktif. Pada pembelajaran konvensional, menganggap guru sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi peserta didik. Pembelajaran di era revolusi 4.0, yang dituntut adalah guru merdeka dan merdeka belajar. Pembuatan maket Garuda Wisnu Kencana bisa dijadika salah satu alternatif yaitu pembelajaran yang menempatkan guru sebagai fasilitator dan membimbing siswa untuk memanfaatkan sumber-sumber belajar yang berbasis IT. Wujud pembelajaran berbasis IT, yaitu dengan membuat video tutorial pembuatan Garuda Wisnu Kencana dan di upload di youtube akun rastohabibi.



Penutup
Pemanfaatan bubur kertas dalam Pembuatan maket Garuda Wisnu Kencana di Bali, berdasarkan pengalaman yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Terisi, berdampak positif. Ketrampilan abad XI yang dituntut dari implementasi kurikulum 2013 yaitu ketrampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi, tanpak dalam pembuatan maket Garuda Wisnu Kencana. Pembuatan maket bangunan sejarah bisa jadi salah satu alternatif bagi guru sejarah, karena dua kompetensi inti pengetahuan (KI 3) dan ketrampilan (KI 4) dapat dilakukan. Pembelajaran di era revolusi 4.0, yang dituntut adalah guru merdeka dan merdeka belajar. Pembuatan maket Garuda Wisnu Kencana bisa dijadika salah satu alternatif yaitu pembelajaran yang menempatkan guru sebagai fasilitator dan membimbing siswa untuk memanfaatkan sumber-sumber belajar yang berbasis IT.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Rasto, lahir pada tanggal 02 Oktober 1977  di Indramayu, Jawa Barat. Penulis menempuh S1 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Pendidikan Sejarah dan lulus  2001. Studi S2 di Universitas Kuningan (UNIKU) Jurusan Pendidikan Ekonomi, lulus 2011.  Penulis tahun 2014 melanjutkan studi S3 Program Doktor Ilmu Pendidikan konsentrasi Manajemen Pendidikan di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung dan lulus 2018.
Disela-sela kesibukannya Penulis menulis artikel di media masa dan media online, publikasi hasil penelitian dalam Jurnal ilmiah tingkat Nasional yang terakreditasi dan Salah satu Penulis buku ber-ISBN pada buku yang berjudul “8 Karya Inspiratif Menarik Perhatian Anak Didik” tahun 2018, buku ke-2 dengan judul “Budaya Profesional untuk kemajuan pendidikan dan buku ke-3 dengan judul “Karya Terbaik Guru Kreatif” tahun 2020. Buku solo yang pernah dibuat dengan judul “ Kapitulasi Kalijati, Catatan Sejarah tentang Pendudukan Jepang di Indonesia” tahun 2019, dan buku kedua dengan judul “Pembelajaran Sejarah Indonesia Bermutu (Implementasi Kurikulum 2013 pada Sekolah Pilot Project di Kabupaten Indramayu)” tahun 2020. Kontak yang bisa dihubungi WA 085224618550 atau E-mail: rasto.mayone@gmail.com

Biodata Pengirim Hadiah
Nama : Dr. Rasto, M.Pd.
Istansi : SMA Negeri 1 Terisi
No. HP : 085224618550

Alamat Pengirim:
Blok Sabrang RT 08/ RW 02
Desa Wirapanjunan Kecamatan Kandanghaur
Kode Pos 45254  Kabupaten Indramayu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PEMANFAATAN BUBUR KERTAS DALAM PEMBUATAN MAKET GARUDA WISNU KENCANA-BALI"

Post a Comment