Pengalaman Belajar Puisi Cinquain

oleh Lidip

Sekilas, di beberapa grup menulis terbaca sebuah pengumuman adanya “Kelas Puisi Cinquain”. Aku sedikit penasaran, karena nama puisi jenis ini, baru aku dengar. Yang pernah aku tahu adalah, Haiku, Akrostik dan puisi bebas. Aku ingin belajar menulis puisi, karena menurutku, puisi yang sering kutulis masih terasa “Garing” seperti brondong jagung. Namun karena beberapa kesibukkan walau sedang di rumah saja, aku lupa mau mendaftarkan diri. Ketika aku baca lagi pengumumannya, waktu pendaftaran sudah terlewat. Tapi aku coba-coba japri ke Pijenya, Pak Saiful Amri. Ternyata aku langsung dimasukkan ke grup.

Aku sempat bingung karena tertinggal hampir seminggu, walaupun di pengumuman sudah ada ketentuan penulisan puisi jenis Cinquain. Namun karena belum pernah kulihat contohnya, maka kembali aku japri pijenya untuk minta satu contoh. Setelah mendapat kiriman satu contoh, barulah aku paham dengan maksud yang ditulis, sebagai ketentuan pembuatan puisi Cinquain. Kami ditugaskan membuat 10 puisi cinquain bertema bebas. Setelah berfikir sejenak, aku mulai menulis puisi, dengan tema yang sedang hangat dibicarakan, yaitu Corona. Setelah aku kirim ke grup, dan minta bimbingan dari narasumber, ternyata dari sepuluh puisi yang kukirim hanya satu puisi yang sedikit menyalahi ketentuan, seharusnya bait ke empat terdiri dari empat kata, aku menulis lima kata. Aku segera memperbaikinya dan mengirimkannya melalui email Bu Lina. Alhamdulillah bertambah ilmu dan pengalamanku dalam penulisan puisi.

Aku penasaran dengan arti nama puisi Cinquain ini, aku coba browsing. Aku dapatkan bahwa Cinquain adalah puisi lima baris, yang berasal dari bahasa Perancis Cinq, yang artinya lima. Setiap barisnya memiliki fungsi yang berbeda. Baris pertama digunakan sebagai judul terdiri dari satu kata. Baris kedua terdiri dari dua kata yang berfungsi mengambarkan sifat dari judul. Baris ketiga terdiri dari tiga kata yang fungsinya mengekpresikan gerak dari judul (Kata kerja). Baris ke empat, terdiri dari empat kata, fungsinya mengekspresikan perasaan penulis. Sedangkan baris terakhir, merupakan sinonim dari judulnya. Jumlah kata di bait terakhir ini bebas, namun disarankan, simple dan padat. (Sumber http://www.jaringanpenulis.com/2019/01/apa-itu-puisi-cinquain.html)

Demikian pengalamanku belajar menulis puisi Cinquain bersama grup WA, Kelas Puisi Cinquain, yang diselenggarakan Komunitas Guru Penulis Jawa Barat, KGPJB, pimpinan Pak Prawiro Sudirjo sekaligus sebagai narasumber, bersama Pak Anda Juanda, Ibu Rosalina, dan sebagai pije Pak Saiful Amri. Terima kasih KGPJB, terima kasih para narasumber, semoga ilmu yang kau sebar adalah ilmu yang bermanfaat.

Tentang Penulis
Lidip atau Lilis Yuningsih, S.Pd., M.M,  kepala SMPN Satap 1 Lelea, kecamatan Lelea, kabupaten Indramayu. Pernah mendapat tugas menjadi kepala sekolah DPK di SMP IT Mutiara Irsyady Pekandangan Jaya Indramayu. 

Penulis bisa dihubungi via email yuningsihlilis@gmail.com , WA 085 63 481 5 381, 085224223574, 087717866652.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Belajar Puisi Cinquain"

Post a Comment