Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020; Belajar dari Covid-19

oleh : M. Taufik 
Kepala SMP Negeri 1 Balongan

Semenjak munculnya “Wuhan Case” di akhir tahun 2019 yang lebih dikenal dengan pandemik “Novelcorona Virus Disease” atau “Covid-19” yang kemudian seluruh dunia terdampak termasuk juga Indonesia dan lebih khusus lagi Kabupaten Indramayu, semua orang cemas yang akhirnya pemerintah mengambil keputusan sebagai langkah antisipatif mengeluarkan kebijakan melakukan ‘Lockdown” artinya menghentikan semua aktivitas seluruh warga dengan cara mengisolasi diri di dalam rumah dengan upaya melakukan aktivitasnya dari rumah bagi pegawai atau lebih dikenal dengan istilah “FWA” (flexible working arrangement) atau WFH (work from home).

Begitu banyak opini dengan diberlakukannya “lockdown”, bagaimana bisa melakukan aktivitas kerja bagi pegawai pemerintahan dan belajar mengajar bagi guru hanya dilakukan dari rumah ? Semua nampak kebingungan. Sungguh sangat ironis ketika semua orang berbicara revolusi industri 4.0 dengan pola Internet of Thing (IoT) tapi justru kita masih merasa kebingungan harus melakukan apa dan bagaimana. Revolusi industri 4.0 bukan hanya sebatas retorika yang terus menerus digaungkan sementara kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun dan menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung Internet of Thing bisa di implementasikan dalam kehidupan nyata termasuk di lingkungan pekerjaan kita.

Dengan kebijakan lockdown covid-19 memaksa semua personal dalam pemerintahan dan satuan pendidikan menerapkan digitaly working agar semuanya bisa berjalan sebagaimana mestinya. Sudah siapkah kita beralih ke dunia digital sebagai tool keseharian kerja kita? Sudah siapkah infrastruktur pendukungnya? Agar digital environment menjadi akrab dalam kehidupan kita, sehingga Internet of Thing yang selama ini kita menggunakannya hanya sebatas sebagai aktivitas media sosial.
Haruskah dengan adanya lockdown covid-19 kita baru sadar begitu pentingnya Internet of Thing atau Internet of People ? Lantas apakah setelah lockdown covid-19 berakhir dan sudah dinyatakan clear and clean dari covid-19 lalu mindset kita kembali seperti semula?
Semoga saja dengan adanya peristiwa pandemik covid-19 bisa membangunkan intuisi kita untuk segera beralih dan bergerak menuju era digital dalam setiap sisi kehidupan kita baik di rumah maupun di lingkungan kerja, serta kita bisa dengan cerdas menggunakannya dan mengimplmentasikannya dalam kehidupan nyata. Dan semoga khususnya di dunia pendidikan guru-guru dan peserta didik kita pun ikut bangun dari tidurnya untuk bisa memanfaatkan Internet of Thing dalam kegiatan belajar mengajar agar bisa menerapkan pembelajaran abad ke-21, karena internet merupakan sebuah resource sharing yang bisa memungkinkan kegiatan pembelajaran dilakukan dimanapun dan dengan siapapun.

Belajar dari covid-19 menyadarkan kita semua tentang betapa pentingnya peran teknologi bagi pendidikan. Para orang tua sadar betapa sulitnya menjadi seorang guru dalam mendampingi anak-anaknya belajar, para siswa sadar begitu sulitnya belajar di rumah (learning from home) tanpa bimbingan guru dengan segala keterbatasan orang tuanya, para guru pun sadar harus mampu menggunakan perangkat digital seperti android atau personal computer (pc) untuk bisa melaksankan kegiatan pembelajaran secara daring.

Masa pandemik covid-19 yang hampir lima bulan berlangsung mampu menyadarkan kita semua tentang rasa empati dan gotong royong dalam segala hal, menyadarkan tentang pentingnya pola hidup sehat, dan yang paling terasa adalah menyadarkan betapa pentingnya Internet of Thing (IoT) dalam kehidupan kita. Bukan hanya di dunia pendidikan saja namun di berbagai bidang masyarakat tertantang harus bisa menggunakan Internet of Thing dalam menjalankan aktivitasnya. Semua kegiatan rapat atau pertemuan tidak harus berkumpul dalam satu tempat tapi cukup menggunakan aplikasi-aplikasi seperti Whatsapp, Microsoft Teams, Zoom, Webex, atau lainnya. Dan bahkan aplikasi-aplikasi tersebut sudah mulai digunakan dikalangan keluarga melepas rasa kangen mereka karena tidak bisa bertatap muka secara langsung. Era “New Normal” diharapkan akan hadir setelah berakhirnya masa pandemik covid-19 merupakan titik awal perubahan paradigma masyarakat bahwa literasi digital menjadi kebutuhan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari dan di dunia pendidikan bahwa belajar bisa dimana saja dan darimana saja tidak harus berada di dalam kelas serta dengan internet bisa belajar.

Peran kepala sekolah sebagai sosok pembelajar di satuan pendidikan dituntut harus mampu mengelola pembelajaran di masa belajar di rumah, kepala sekolah harus mampu mengelola dan menyatukan 3 (tiga) komponen penting agar kegiatan pembelajaran di rumah dapat berjalan efektif dan bermakna: pertama, peran kepala sekolah itu sendiri dalam mengelola pembelajaran di rumah secara daring, kedua, peran guru dan siswa dalam mengelola pembelajaran dan ketiga, peran orang tua dalam mendampingi putra putrinya belajar di rumah. Ketika ketiga komponen tersebut disatukan menjadi sebuah sinergi, maka keberhasilan pembelajaran di rumah akan sangat bermakna.

Pendidikan yang bermakna, inilah yang akan menjadi titik awal perubahan yang paling signifikan dalam dunia pendidikan, bahwa belajar itu bukan hanya sekedar mengejar target materi dalam kurikulum, belajar itu bukan pemaksaan kehendak guru dalam pemberian materi ajar kepada peserta didik, belajar itu bukan hanya mengejar target nilai sebagai capaian kompetensi siswa. Merdeka belajar harus benar-benar dilakukan dan terjadi dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Selamat Hari Pendidikan Nasional
Teruslah belajar dan berinovasi wahai para guru
Saatnya sekarang kita berubah demi masa depan pendidikan Indonesia
Teruslah berjuang menanamkan sikap empati, saling peduli, saling menghormati sesama
Teruslah tunjukan sikap lemah lembut wahai para orang tua dalam mendidik anak-anak di rumah, karena mereka sangat butuh sentuhan kelembutan mu dalam menanamkan akhlak mulia dan budi pekerti luhur, karena pendidikan di keluarga adalah paling penting dan sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak
Teruslah berubah wahai para guru dan orang tua dalam mencetak generasi emas

“Let fight the weakness together and rise up from the old behavior mind in order to we can reach our future: the golden generation”







Profil Penulis
Nama : Mohammad Taufik
Tempat/tgl lahir : Cirebon, 26 Maret 1965
Riwayat Pekerjaan : Kepala SMPN Satap 1 Gabuswetan – Indramayu (2013 – 2015), Kepala SMPN  3 Kroya – Indramayu (2015 – 2017), Kepala SMPN 1 Losarang – Indramayu (2018 – 2019), Kepala SMPN 1 Balongan (2019 – sekarang). Pengalaman menulis, pernah mengisi di Kompasiana dengan judul artikel “Menggugat Kurikulum 2013” (18 Desember 2012).


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020; Belajar dari Covid-19"

Post a Comment