PUASA SEBAGAI BENTENG DARI API NERAKA

Oleh Imam Nur Suharno
(Penulis Buku Kultum Ramadhan, Pengasuh Kajian Makah, Pengurus Ikadi, Imani, dan Pesantren Husnul Khotimah Kuningan) 

Dari Abdillah Jabir bin Abdillah Al-Anshari RA berkata, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Jika aku shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Lalu aku tidak menambah selain amalan itu. Apakah aku akan masuk surga?” Beliau menjawab, “Ya.” (H.R. Muslim).

Salah satu kandungan dari hadis di atas adalah, bahwa puasa Ramadhan menjadi salah satu amalan yang dapat mengantarkan seseorang masuk surga. Jika demikian, berarti puasa itu sebagai benteng dari api neraka.

Para ulama sepakat bahwa puasa merupakan salah satu rukun Islam dan sesuatu yang sangat fundamental dalam Islam. Karena itulah seorang laki-laki dalam hadis di atas secara spesifik menyebutkannya setelah shalat. Jika shalat berulang lima kali sehari dalam kehidupan seorang muslim, maka puasa hanya cukup dilaksanakan setahun sekali selama sebulan.

Ketika seorang berpuasa, ia menahan diri dari rasa lapar dan dahaga, melatih diri dengan akhlak terpuji seperti kesabaran; kemauan yang kuat; membersihkan diri dari belenggu syahwat dan materi; dan turut merasakan penderitaan orang yang tidak punya sehingga tumbuh sikap untuk berderma.

Karena itu, puasa layak disebut sebagai ibadah yang pahalanya langsung dari Allah (H.R. Muslim). Puasa sebagai benteng (H.R. Bukhari dan Muslim). Benteng dari segala kemaksiatan dan benteng dari siksa api neraka serta sarana untuk menghapus berbagai dosa dan jalan menuju surga.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari).

Diriwayatkan bahwa Abu Umamah RA datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Perintahkan kepadaku satu amalan yang bisa membawaku ke surga.” Beliau menjawab, “Puasalah, sesungguhnya puasa tidak ada tandingannya.” Kemudian ia datang lagi. Beliau pun berkata,” Puasalah.” (H.R. Ahmad).  

Dalam hadis yang lain, “Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim.” (H.R. Bukhari Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Rabb kita Azza wa jalla berfirman, puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya.” (H.R. Ahmad).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.” (H.R. Ahmad).

Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan sehingga dapat menjadi benteng dari siksa api neraka. Aamiin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PUASA SEBAGAI BENTENG DARI API NERAKA"

Post a Comment