Takbir Kemenangan

oleh: Édyar RM

_Allaahu akbar 3x! Laa ilaaha illallaahu Allaahu akbar! Allaahu akbar walillaahil-hamd!_

Tak terasa kita sudah sampai pada Ramadan hari ke-20. Sepuluh hari terakhir ini, apakah kualitas takwa kita _gini-gini aja_ ataukah semakin meningkat? Akankah kita menjadi pemenang, menyabet gelar takwa di akhir Ramadan ini?

Allahu akbar adalah pekikan kemenangan. Betapa tidak, sebulan lamanya umat Islam berpuasa, berjuang menundukkan hawa nafsunya; nafsu untuk makan dan minum, nafsu untuk bergunjing, nafsu untuk syahwatnya, dan lain sebagainya. Semuanya itu diredam, dan digantikan dengan _nafsul muthma’innah_ (nafsu yang baik), nafsu untuk beribadah dan menghambakan diri hanya kepada Allah. Maka, sudah sepantasnya bagi para pejuang merayakan kemenangannya.

Allahu akbar berarti mengakui Hanya Allah-lah yang Mahabesar, yang lainnya termasuk kita adalah kecil. Maka ketika kita menyerukan Allahu akbar, hanya Allah saja yang Mahabesar, tidak boleh ada lagi kesombongan dalam diri walau sedikit saja. Walaupun kita seorang jenderal yang paling berkuasa, seorang pintar jenius yang telah mendapatkan berbagai penghargaan, seorang cantik jelita tampan rupawan, seorang hartawan kaya raya, tetap saja kita tidak ada apa-apanya (kecil) di hadapan Allah yang Mahabesar. Allah-lah pemilik kekayaan, Allah-lah pemilik keindahan, Allah-lah pemilik kerajaan langit dan bumi. Dan kita hanyalah bagian kecil dari luasnya alam semesta jagat raya beserta segala isinya. Maka kita ibarat butiran debu di padang pasir yang luas menghampar. Apa lagi yang akan kita sombongkan?

Kesombongan adalah makhluk yang paling menyebalkan. Orang yang paling menyebalkan adalah orang yang paling sombong, bukan? Diberi pertolongan tidak mau, diberi tahu tidak menerima, itulah orang sombong. Memang, kesombongan adalah hal yang paling dibenci oleh Allah. Ingatlah ketika Iblis yang katanya hebat itu diusir oleh Allah dari surga. Itu karena kesombongannyalah, tidak mau menuruti perintah Allah untuk sujud di hadapan Adam a.s., ia harus terusir dari surga dan dilaknat Allah seumur hidupnya. Masih berminatkah kita menjadi orang sombong?

Allahu akbar adalah seruan kemenangan, kemenangan atas kesombongan. Maka tidak hanya pada malam takbiran saja kita menyerukan Allahu akbar. Kumandang azan pun menyerukan Allahu akbar dan memanggil kita untuk menggapai kemenangan (_hayya ‘alal falaah_). Allah yang Mahabesar yang memanggil kita untuk menggapai kemenangan itu. Sudah sepatutnya kita bergegas memenuhi panggilan itu. Maka pada saat kita mengucapkan Allahu akbar di awal shalat, pada saat itulah kita berjuang menggapai kemenangan. Pada saat itulah kita menyerahkan seluruh diri kita hanya kepada Allah tanpa kesombongan. Dan pada saat sujud-lah puncaknya shalat, yaitu ketika kita bersimpuh pasrah meletakkan kepala kita serendah-rendahnya di hadapan Allah yang Mahabesar.

Allahu akbar memang menjadi seruan kemenangan, semangat untuk menang. Allahu akbar mengandung kekuatan Mahadahsyat. Ingatlah ketika Rasulullah dan para sahabat harus berhadapan dengan kaum kafir Mekkah yang jumlahnya sangat banyak pada perang badar dan pada peperangan lainnya. Ketika itu kaum muslim yakin bahwa hanya Allah-lah yang Mahabesar. Kaum kafir yang banyak itu kecil di hadapan Allah. Maka dengan Allahu akbar, menanglah kaum yang sedikit itu atas kaum yang banyak.

Ingatlah pula ketika Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Bung Tomo beserta segenap bangsa Indonesia menyerukan semangat kemerdekaan dengan Allahu akbar untuk mengusir kaum penjajah. Gemparlah para penjajah itu, dan menjadi ciutlah nyali mereka mendengar gemuruh takbir.

Sudah cukup banyak kisah kaum yang sedikit dapat mengalahkan kaum yang banyak, atas izin Allah yang Mahabesar. Ketika segala urusan telah dikembalikan kepada Allah, maka Allah sendirilah yang akan turun tangan membereskan urusan-urusan itu. Allahu akbar! _Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim._ Tidak ada daya maupun kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahabesar.

Maka, seruan Allahu akbar itu menjadi begitu bermakna, spirit (kekuatan) bagi orang-orang yang tengah dan terus berjuang mengalahkan nafsu, ego, dan keangkuhan dirinya. Bagi orang yang tidak melakukan perjuangan apapun, seruan Allahu akbar itu hanya menjadi teriakan biasa-biasa saja yang hambar rasanya.

Mulai sekarang, teriakkanlah spirit Allahu akbar dalam hati ketika hendak mengawali hari. Insya Allah, Allah akan selalu menemani kita sepanjang hari. _Wallohu a’lamu bish-showab._

Rabu, 13 Mei 2020 [20 Ramadan 1441]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Takbir Kemenangan"

Post a Comment