Lentera di Ujung Senja



Lentera di Ujung Senja

Karya :RestuGumilar, S.Pd


Menetes dan menusuk relung kalbu

Ketika cahya mentari tak bersinar utuh

Kau selalu tanpa ragu

Semangat, terus semangat tak kenal letih

Demi cahaya anak didikmu


Kau ibarat lentera dalam senja

Meski tak terlihat nyata oleh bola mata

Selalu dan selalu menampakkan bekas

Nyata dan dalam terasa

Demi mimpi anak didikmu


Keringat menetes bersatu dengan peluh

Membimbingku, mencerdaskan kebodohan ini

Jasamu tak dapat dibandingkan

Ilmu itu membekas

Begitu khas terasa dalam jiwa

Terbaik untukmu

Wahai guruku





GUMAM PAK TANI

Karya Restu Gumilar, S.Pd


Jerit menghantam semua otot-ototmu

Letih dan penat kau singkirkan sendiri

Tak lagi terdengar keluh kesah itu

Kau hanya tertuju pada satu mimpi

Menjadi abdi sejati negeriku

Hingga jasamu diantarkan keseluruh negeri


Bahu membahu sejahterakan bumi tanpa amarah

Kau jadikan alam sebagai amanah

Bergantung dan bernafas pada poros tanah

Demi harapan akan hasil melimpah ruah


Kau menyendiri menyingsing sepi

Kemarau tiba kaupun tak jera

Terus berteman dengan alam ini

Menaruh harapan hujan tiba

Panen asa yang sangat nyata dalam sanubari

Kau bergurau dengan hujan dan pelangi

Berharap menaklukkan alam ini

Pak tani bergumam sepi




Rindu yang Menepi

Karya Restu Gumilar, S.Pd


Embun menetes saat pagi tak kunjung datang

Tak rela membekas melucuti relung hati

Terasa sepi sangat sunyi

Ingin mencari tempat pulang


Gundah ini menyertai logika sadarku

Tersadar tak ada sosok yang akan kembali

Hanya bayang-bayang ilusi

Memeluk hati yang kosong


Rindu terasa dalam

Pada jejak yang tak aku kenal

Sulit dan amat sulit

Rindu ini seperti terlarang



TersitaWaktu

Karya Restu Gumilar, S.Pd


Kacau…

Tak ada lagi bias cahaya yang menyelimuti

Tak ada lagi aroma embun yang membasahi

Tak ada lagi kesyahduan hembusan udara pagi

Tak ada lagi nyanyian alam ini


Kacau, Terlihat kacau…

Hingar-bingar bergemuruh

Berteriak ingin bebas

Asap-asap mengusai rimba

Beton-beton memeluk langit

Jerit manusia tak peduli alamnya


Kacau, lagi-lagi kacau

Rasa congkak membuat semua terlena

Tersita kekejaman waktu

Membawa bencana dan duka lara

Tanah tak lagi bersahabat

Air tak lagi memikat

Angin kembali perkasa

Semua tak dapat berkata-kata

Diam terpaku hanya dapat melihat

Sangat kacau ….


Tentang Penulis










Bernama lengkap Restu Gumilar. Lahir di Indramayu pada tanggal 20 November 1992. Mengawali pendidikan pada tahun ajaran 1999/2000 di SD Negeri Mekarjati II (Haurgeulis-Indramayu). Kemudian melanjutkan di SMP Negeri 1 Haurgeulis dan SMK Al-Irsyad Al-Islamiyyah Haurgeulis. Menempuh jenjang S1 pendidikan Matematika di STKIP Subang dan Lulus dengan predikat cumlaode tahun 2016. Pertama kali mengajar Matematika sebagai guru honorer di MTs Al-Ishlah Compreng-Subang tahun 2016-2017. Kemudian mengajar Matematika di SMP Negeri 1 Haurgeulis sebagai guru honorer dari 2017 sampai sekarang. Menjadi pembina dan pelatih PMR di SMPN 1 haurgeulis 2017 sampai sekarang.




Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Lentera di Ujung Senja"