TUHAN


Karya Yayah Kurniyah

AKU

Oleh: Yayah Kurniyah


Jika saatku tiba

Tiada kuasa tuk berkata-kata dengan suara

Tiada kuasa tuk memainkan telunjuk

Tak kubiarkan diri hanya sekadar duduk

Pasrah pada Surat Keputusan

Yang menghentikanku dari rutinitas harian

Bahkan meratapi usia yang makin renta

Atau merintih lirih mengiba

Seperti barang rongsok yang harus diafkir

Yang akan membuat mata-mata nyinyir

Aku masih punya seribu kata

Yang dapat kuekspresikan lewat pena


Jika saatku tiba

Terbebas dari beban kerja

Tak berarti itu mati

Aku masih bisa berekspresi

Barisan huruf kan beriring menghiburku

Mengalir tak kenal waktu 


Aku kan tetap hidup

Di hati-hati yang berdegup

Di pikiran-pikiran pembaca

Di sela-sela suasana

Aku kan terus menyusup

Beribu tahun lamanya




















TUHAN

Karya Yayah Kurniyah



Dalam hakikat iman


Tuhanku

Tentang-Mu telah larut dalam aliran darahku, meresap dalam tulang sumsumku, menyatu dalam hela nafasku, melekat dalam denyut nadiku, mengirama dalam detak jantungku

Dalam nyaman dan pedihku 

Karna Kaulah penguasa ruh semesta


Kalam-Mu menghujam Sukma

Dalam sepi kudus di kelam malam

Aku berbisik pada-Mu 

Dengan desah pengharapan


Tuhanku

Di hadapan-Mu laksana sebutir debu

Kecil, bahkan tak sebesar titik pun


Tuhanku

Aku berkelana ke negeri senyap

Tersesat di kota tak bertuan


Tuhanku

Di kaki-Mu aku tersungkur

Bersujud tak mampu berpaling



Biodata Penulis

Yayah Kurniyah, lahir di Indramayu, 22 Juli 1968. Lulus S1 di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Unwir Indramayu tahun 1994.

Pernah menjadi Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 tahun 2014.

Pernah menjadi mentor dalam kegiatan daring Guru Pembelajar 2016.

Tim Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di tahun 2017.

Bendahara MGMP B Indonesia th. 2009 s.d. 2018


Sejak baru belajar mengajar sampai sekarang ia mengajar di SMPN 2 Indramayu.

karyanya tersebar di buku-buku antologi bersama guru-guru se-nusantara dalam Komunitas SGSI (Sahabat Guru Super Indonesia) berupa feathur dan artikel, seperti "Mencari Sekolah Terbaik, 1001 Cara Membuat Guru - Siswa Suka Baca, Menulis untuk Rasa," dan lain-lain.

Selain di SGSI tergabung juga dalam komunitas Kreasi Penggerak Literasi, dengan karyanya dalam Antologi Puisi dan Tanda Cinta untuk sang Pengikat Makna.

Antologi yang baru terbit, yaitu "Yuk, Meong Rame-rame," di komunitas menulis Media Guru.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TUHAN"

Post a Comment