KURBAN SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN

Oleh Imam Nur Suharno
Kepala HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat 

Pelaksanaan Ibadan kurban tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena di tengah wabah Covid-19. Sehingga, pelaksanaannya harus memperhatikan protokol kesehatan. 

Momentum hari raya Idul Kurban bisa dimanfaatkan oleh guru sebagai sarana dalam pembelajaran. Hal ini karena guru memiliki peran penting dalam membentuk kecerdasan dan kebaikan peserta didik. Cerdas dalam makna komprehensif mencakup cerdas spiritual (olah hati); emosional dan sosial (olah rasa); intelektual (olah fikir); dan kinestetis (olah raga); dan baik dari sisi perilaku (akhlak mulia). 

Dalam hal ini pula, guru bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan upaya mengembangkan seluruh potensinya, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa).

Di antara upaya mewujudkan hal itu, guru hendaknya cerdas dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran. Pepatah Arab mengkatakan at-Thariqatu ahammu min al-maddah (metode itu lebih penting daripada materi). Dan, praktikum menjadi salah satu alternatif metode dalam pembelajaran. 

Metode praktikum akan lebih tepat mencapai sasaran dan mudah dipahami, sebab peserta didik dapat melihat praktik secara nyata. Metode praktikum memudahkan bagi guru, keluangan waktu, menghemat tenaga guru, dan sebagai penjelas (penegas) akan status suatu hukum.

Guru mata pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah dan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas dapat memanfaatkan momen Idul Kurban sebagai sarana pembelajaran terkait fikih penyembelihan hewan kurban.

Berikut fikih penyembelihan hewan kurban. Yaitu, alat yang digunakan tidak terbuat dari gigi dan kuku, saat menyembelih disyariatkan menyebut nama Allah dan bertakbir, menggunakan pisau yang tajam, menyembelih dengan cepat dan cekatan, dalam menajamkan pisau tidak dilakukan di depan hewan yang akan disembelih.

Berikutnya, menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat, membaringkan hewan kurban di atas sisi kirinya, menggiring hewan kurban ke tempat penyembelihan dengan tenang, tidak berlebihan dalam menyembelih, dan menyembelih hewan kurban dengan memotong dua urat tebal yang meliputi tenggorokan untuk mempercepat kematian hewan.  

Jika guru dapat memanfaatkan metode praktikum (penyembelihan hewan kurban) secara baik, selain dapat mengajarkan tentang nilai-nilai ibadah kurban dan semangat untuk berkurban, juga menjadikan peserta didik semakin mudah menangkap (memahami) materi pelajaran secara baik dan akurat. Wallahu alam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KURBAN SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN"

Post a Comment