Hadiah yang Tidak Pantas

oleh Wiwit Widiyanti


Dalam sepekan ini aktivitasku disibukkan oleh pekerjaan mengoreksi hasil PTS (Penilaian Tengah Semester) siswaku. Walaupun kondisi pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda berakhir, pembelajaran tetap dilaksanakan. Bedanya, jika pembelajaran tematik dilaksanakan secara daring, siswaku menyerahkan tugasnya melalui WA dan Classroom. Namun tidak berlaku untuk PTS saat ini, soal dan lembar jawaban  sudah disediakan secara manual. Orangtua siswa datang untuk mengambil soal dan mengembalikan lembar jawaban ke sekolah.

    Tiba-tiba aktivitasku berhenti sesaat, kulihat satu lembar jawaban yang tidak ada identitasnya. Kuambil HP dan memotret lembar jawaban tersebut kemudian mengirimkan ke WAG tempat aku mempermudah komunikasi dengan siswaku. Kutanyakan pada mereka adakah yang mengenal tulisan itu. Satu dua orang menjawab bahwa mereka tidak mengetahuinya. Sambil menunggu jawaban siswa yang lain, aku melanjutkan memeriksa lembar jawaban tanpa identitas itu. Nomor 1 sampai dengan 5 terkoreksi dengan mulus, menuju ke nomor 6 dan seterusnya, instingku mulai bekerja, aku mencium adanya ketidakjujuran. Jiwa guruku mulai muncul. “Tidak bisa hal ini dibiarkan tanpa teguran, aku harus menyampaikan kepada siswaku, agar kejadian seperti ini tak terulang kembali.” Tega sekali oknum ini memberikan hadiah untuk siswaku. Hadiah yang memberi kenikmatan namun menjerumuskan.

Kuketik beberapa kalimat ajakan. Ajakan untuk menolak secara halus.”Bagi siapapun yang memiliki orangtua profesi guru, kakek neneknya guru, saudara guru atau mungkin guru les, jangan pernah bersedia jika diberi KUNCI JAWABAN.” Karena sebenarnya ia adalah kenikmatan sesaat yang akan menghancurkan kalian.” Sesaat setelah kuselesaikan beberapa pesanku pada mereka, notifikasi di WAG berbunyi begitu cepat, mereka menyatakan bahwa mereka tidak melakukannya. Tapi entahlah, keyakinanku tetap mengatakan, ada beberapa siswaku yang mendapatkan kunci jawaban.

     Sebuah dilema setiap PTS atau PAS ( penilaian akhir semester) dilaksanakan. Kami guru memerlukan kunci jawaban sebagai pedoman untuk mengoreksi jawaban siswa. Namun ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, melakukan hal yang dilarang. Dua jam telah berlalu dan WAG yang biasa aku pandu tak ada lagi notifikasi. Sunyi ... Mungkin mereka sedang asyik mengerjakan soal PTS dengan bimbingan orangtua. Bisa jadi kalimat–kalimat yang sudah tersampaikan, menjadi shock terapi bagi pelaku. Setidaknya esok hari, saat mengerjakan PTS kembali, mereka akan berpikir dua kali untuk menuliskan jawaban persis seperti KUNCI JAWABAN.


Indramayu, 25 September 2020


Tentang Penulis

Penulis yang bernama lengkap Wiwit Widiyanti, saat ini  mengajar di salah satu SD yang terdapat di kota Indramayu. Dilahirkan dan dibesarkan di desa yang asri di bawah kaki gunung Kelud, Kediri,Jawa Timur. Penulis hijrah ke Indramayu karena kepala keluarga bertugas sebagai PNS di kota mangga dan mulai menetap dari tahun 2000 sampai saat ini.


   

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Hadiah yang Tidak Pantas"

  1. Semoga banyak oknum2 yang baca yah dan juga orang tua,supaya tidak terulang say..semangat terus dan good luck

    ReplyDelete