Rumah Idaman

   


(Rina Indrawaty, guru SD BPI) 

  

Pentigraf

Dari sejak dilahirkan hingga kini berumah tangga, saya selalu tinggal di rumah kontrakan. Berpuluh- puluh tipe rumah pernah saya tempati. Tinggal satu kamar pun  pernah saya rasakan. 


Sekarang saya tinggal di kontrakan baru bersama keluarga kecil. Lingkungan nyaman, aparat setempat mempunyai program menyicil kapling untuk rumah idaman. Jadilah saya menabung dan mengikuti program itu. 


Hari ini tibalah saatnya saya harus pindah ke rumah idaman yang selama ini saya cicil. Meskipun keluarga setuju dengan program cicilan itu, tapi mereka tak mau ikut pindah bersamaku. Suami dan anakku memilih tinggal di kontrakan kami. Mereka hanya mengantar saya sampai halaman rumah. Sedih memang, tapi ini adalah rumah idaman saya. Tak ada lampu dan air ledeng, ukurannya pun hanya 2,50 x 1,50 m dengan kedalaman  1,50 m dari permukaan tanah. Saya pun ditidurkan di sana.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Rumah Idaman"