Senja dan Rindu





 Oleh Yutia Yashier


Wajah langit kian memerah, hembusan angin sore tak mampu membangunkan lamunan gadis kecil ini. Hingga sang ayah menepuk punggungnya “Salsa, sudah makan?”

“Belum lapar, Yah”, jawabnya pelan.

“Aku kangen sama Ibu, Yah”, kata Salsa.

“Iya besok kita ketemu Ibu,” jawab Ayah.

“Horeeee…” sahut Salsa sambil memeluk ayahnya

-------


Pagi ini terasa ceria, Salsa bernyanyi kecil. Mereka siap untuk keluar rumah pagi ini. Di tangan Salsa, ada bunga warna warni yang akan diberikan kepada ibunya. 

“Akhirnya kita sampai, Yah”, kata Salsa.

“Iya Nak, kita akan bertemu Ibu," jawab ayah.

Salsa berlari mencari keberadaan ibunya. Ia tertuju pada satu tempat special. Ia menuju sebuah gundukan tanah. Ya, di makam inilah tempat ibunya sekarang. Sudah seminggu ini ibu telah berpulang karena sakit.

Salsa memeluk makam, seakan memeluk tubuh ibunya. Salsa membayangkan ibu sedang tersenyum karena kedatatangannya. Doa dipanjatkan, setelah itu mereka menaburkan bunga warna-warni ke makam ibu.

“ Ayo Nak kita pulang!” kata Ayah.

Senja kembali datang. Meski hari ini sudah mengunjungi ibu, tapi Salsa masih tetap merindukan ibu. Sepertinya rindu ini tidak bisa hilang. Salsa akan selalu merindukan Ibu. Doa terindah selalu disenandungkan semoga Ibu Bahagia di sana.

“Senja, sampaikan rinduku pada Ibu” ucap Salsa lirih.



Muaro Jambi, 03 September 2020


Yutia Yashier adalah nama pena dari seorang perempuan pemimpi. Perempuan kelahiran Kebumen, Jawa tengah ini  sekarang berprofesi sebagai guru muda. Sejak kecil hobi menulis dan sebelumnya pernah menulis buku antologi "Bangga Menjadi Guru IPS". Memiliki motto " Menulislah, kita tidak harus menunggu datangnya inspirasi itu tapi kita sendirilah yang menciptakannya”.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Senja dan Rindu"

Post a Comment