Sahabat di Keheningan



Sahabat di Keheningan

Oleh Enang Cuhendi


Untukmu yang terlelap di keheningan 

Bangunlah

Buka matamu

Buka telingamu

Lihatlah di sana

Tuan-tuan seberang lautan

Telah datang tak tahu siapa yang mengundang

Lautan kita sudah dijual

Daratan kita sudah dikulak

Pun demikian dengan angkasa kita

Apakah kamu masih bertapa dalam keheningan

Tidakkah kau akan bangun dan bergerak

Atau kau masih nyaman bersama keheningan

Wahai engaku yang sedang bercumbu di kesunyian

Akhiri semedimu

Selesaikan tapamu

Bangun dan bergeraklah

Sejuta harap ada di gengamanmu

Kalau kau diam dan membisu

Nusa dan bangsa sudah binasa

Untukmu sahabat di keheningan

Cicalengka, 10 Oktober 2020


Bus Omni

Oleh Enang Cuhendi


Namaku Omni

Aku bus milik penguasa

Daksaku perkasa 

berisi banyak hasrat manusia

Ada rakyat juga pejabat

Dari wong sugih hingga melarat

yang sedang suka sampai duka

Kulahir agar kau tersenyum ceria, 

katanya

Kala melaju mataku tertuju

Hanya pada titik tertentu

Jalanku kadang tak seimbang

Apalagi di tol hasil ngutang

Tapi ku tak pernah bimbang

Tak juga hirau pada suara-suara parau 

Tidak juga pada teriak burung merak 

walau ada suara tangis meringis sang gadis

yang dibumbui lemparan bata dan bara

Ku hanya berkata

Lakukan terus semau kamu

Tugasku hanya satu 

terus melaju

Demi seulas senyum untukmu, katanya 


Cicalengka 11 Oktober 2020


Setia Bersamamu

Oleh Enang Cuhendi


Kala sang fajar menyapa

awal kita melangkah bersama

Seiring seirama

Dalam satu untaian nada 


Arunika datang menjelang

Langkah kita semakin matang

Kutetap tenang

Menjaga engkau makhluk tersayang


masa buana terguncang

Cobaan itu biasa datang

Tak usah tegang

Yakinlah ku ada untukmu sayang


Andai sangkala mulai kuncup

Kita berharap kan tetap hidup

Beriring sebelum meredup

Sampai kedua netra menutup


Cicalengka, 11 Oktober 2020



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sahabat di Keheningan"

Post a Comment