SENANGNYA MEMILIKI ANAK PEREMPUAN

Oleh:     Marlina, S.Pd. 

    Guru SDN 2 Teluk Agung Indramayu


Bunda Rini dan Ayah Tinus adalah sepasang suami istri yang sudah dikaruniai dua orang anak laki-laki. Dua anak laki-lakinya itu hanya selisih empat belas bulan. Tetapi, mereka berdua ingin sekali memiliki anak yang ketiga dengan jenis kelamin perempuan.


Berbagai macam cara sudah mereka tempuh, untuk mendapatkan anak  ketiga. Akhirnya setelah lima belas tahun berusaha, perjuangan panjang mereka membuahkan hasil. Bunda Rinipun mengandung anak ketiga.


Ayah Tinus dan unda Rini sangat bahagia sekali mengetahui kehamilan ketiga bunda Rini  ini. Mereka berdoa dan berharap, anak ketiganya adalah seorang anak perempuan.


Karena bunda Rini sudah berumur, maka kehamilannya sangatlah tidak mudah.

Dengan penuh perjuangan, tibalah waktu untuk pemeriksaan kandungan. Di umur kehamilan bunda Rini yang ke empat bulan, ayah Tinus mengajak ia ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan USG.

Ternyata hasil USG tidak sesuai harapan mereka, dokter menebak jenis kelamin anak di kandungan bunda Rini adalah laki laki.

Jikalau boleh meminta, bunda Rini dan Ayah Tinus ingin sekali memiliki anak perempuan. Tetapi, jika Allah SWT berkehendak ia dan suami harus berkata apa?


Pada usia kehamilan bunda Rini yang ke enam bulan, ayah Tinus mengajak bunda Rini kembali memeriksakan kandungannya. Tensi darah bunda Rini selalu tinggi, dan umur yang tidak muda lagi, takut akan berakibat fatal pada kesehatan dan keselamatan ibu dan anak yang di dalam kandungan.

Tibalah mereka berdua di klinik Dokter Spesialis Kandungan. Puji syukur Alhamdulillah mereka panjatkan karena kondisi ibu dan janin baik- baik saja.

Pemeriksaan USG yang kedua kali ini merekapun berharap ada perubahan. Ternyata tidak. Dokter masih menebak anak yang di dalam kandungannya adalah laki laki. Ayah Tinus dan bunda Rini sudah pasrah akan kehendak Allah SWT terhadap karunia yang diberikan oleh-Nya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Mereka berharap yang terpenting adalah kesehatan ibu dan janin yang ada dikandungan sehat selamat tanpa kurang suatu apapun pada saat kelahirannya kelak.


Pada usia kehamilan bunda Rini yang ke delapan bulan, ada suatu kejadian, yakni kecelakaan pada si anak laki-laki yang kedua. Hal itu berakibat bunda Rini shock. Bunda Rini pingsan, lalu dibawa ke bidan terdekat. Tetapi bidan tersebut angkat tangan. Tidak berani memberikan penanganan kepada bunda. Akhirnya Bunda dibawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit bunda dibawa ke ruang IGD. Bunda belum kunjung sadar dan dipasanglah alat-alat medis ke seluruh badannya. Melihat tensi darahnya tinggi dan tidak kunjung turun sang Dokter memutuskan untuk melakukan operasi cesar, di usia kehamilan delapan  bulan tersebut. 


Akhirnya dengan obat penurun tensi dan segala macam pemeriksaan tibalah waktunya untuk operasi cesar. 


Pada saat pemeriksaan USG sebelum operasi hasil tebakan dokter adalah anak laki-laki yang akan lahir.

Dengan penuh ketegangan, ayah dan keluarga menunggu di ruang tunggu operasi. Akhirnya suara tangis bayi pun terdengar. Sangat nyaring. Setelah dibersihkan si bayi di berikan kepada keluarga. Ayah Tinus pun mengadzani bayi tersebut, tertegun seakan tidak percaya suster memberitahu anak yang dilahirkan adalah anak perempuan.


Betapa bahagia dan bersyukur, akhirnya Ayah dan Bunda memiliki anak perempuan. Walaupun tiga kali hasil USG Dokter mengatakan calon bayinya adalah laki- laki.

Jikalau Allah Subhanahu Wata’ala sudah berkehendak, apapun akan terjadi.


Tentang Penulis: 


Marlina, lahir di Indramayu pada tanggal 23 Maret 1988, tercatat sebagai Guru Honorer di UPTD SDN 2 Teluk Agung Indramayu.


















ANAK BUNGSU YANG MANJA DAN MANDIRI


Oleh:     Marlina, S.Pd. 

    Guru SDN 2 Teluk Agung Indramayu


Sulis adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dia memiliki dua orang kakak perempuan dan satu orang kakak laki-laki. Ayahnya bernama Saputra, bekerja sebagai PNS. Ibunya bernama Lili, mempunyai sebuah warung kecil-kecilan pinggir jalan di tengah kota Indramayu. 

Karena Sulis anak bungsu, dia tumbuh menjadi pribadi yang manja. Jikalau, ia salah atau nakal, kakaknya selalu melarang ayah untuk memarahinya. Tetapi menasehatinya saja. 

Kakak sulis selalu dilarang mengikuti kegiatan di luar sekolah, tetapi berbeda dengan sulis. Ia selalu diperbolehkan mengikuti kegiatan apapun di luar sekolah asalkan itu adalah kegiatan yang positif. Sulispun selalu berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya. Akhirnya, dia pun tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Pada usia yang ke sebelas tahun, ia tinggal bersama kedua orangtuanya saja. Dia merasa kehilangan sosok kakak yang selalu memanjakannya, karena mereka sudah berkeluarga.

Melihat kondisi ayahnya yang sudah sakit-sakitan, sulis tidak mau mengikuti jejak sang kakak bersekolah di luar kota. Dalam benaknya ingin sekali bersekolah di SMA Negeri favorit di Indramayu. Tetapi, keinginannya pun kandas. Karena pemikiran orangtuanya, jika lulusan dari SMA pasti harus kuliah. Akhirnya, sulis bersekolah di SMK yang ada di Indramayu. 

Meskipun Sulis anak yang manja di rumah, tetapi Sulis memiliki kepribadian yang berbeda di sekolah. Dia anak yang pintar dan supel dengan siapapun. Akhirnya guru-guru senang sekali dengannya.


Pada saat jam istirahat, dimana teman-temannya jajan di kantin sekolah, berbeda dengan sulis. Sulis dipercaya menjaga koperasi mini sekolahnya, dengan upah yang lumayan untuk membayar biaya spp sekolahnya. 

Di saat dia duduk dibangku kelas dua SMK, sang ayah meninggal dunia. Sulis hanya tinggal bersama ibu. Karena masa kerja ayah belum mencukupi, jadi ayah termasuk pensiun muda dengan penghasilan yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari saja.

Sulis lulusan terbaik di sekolahnya. Akhirnya, sulis diajak oleh wali kelas bekerja menjadi asisten bendahara di kantor suaminya. Alhamdulilah, kerja kerasnya membuahkan hasil. Dia bisa mencukupi kebutuhan pribadi dan ibunya serta membantu kakaknya. 

Dua tahun berlalu, sulis berencana bekerja sambil kuliah untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang guru. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang ia ambil. 

Sulis kuliah sambil bekerja. Lima tahun sudah berlalu, akhirnya sulis lulus kuliah dengan nilai yang sangat baik. 

Meskipun sudah berpenghasilan mapan. Demi mewujudkan cita-cita mulianya. Sulis mengundurkan diri dari pekerjaannya itu. Dia ingin menyalurkan ilmu yang ia dapat, dan akan mengabdikan diri menjadi seorang pegawai honorer di salah satu sekolah dasar di Indramayu. 

Ibu dan ketiga kakak Sulis tidak bisa menolak keinginan anak dan adik bungsunya itu. 

Setelah tujuh tahun mengabdi sebagai pegawai honorer, dia mencoba peruntungan di tes umum CPNS. Doa sang ibu dan ketiga kakaknya selalu menyertai. Tetapi hasilnya masih nihil. Dia tidak berkecil hati dan pantang menyerah. Di tahun kesembilan pengabdiannya sebagai pegawai honorer, akhirnya Sulis Lolos tes umum CPNS.

Ibu dan ketiga kakaknya merasa bangga. Berasal dari anak kecil yang begitu manja menjadi anak yang mandiri yang dapat membanggakan keluarga.

Hidup ini bukan hanya untuk mencari uang semata, tetapi hidup ini pun mencari ridho-Nya. 

Sekecil apapun kita berbuat baik, maka kita akan memetiknya dikemudian hari.


Biodata Penulis: 


Marlina, lahir di Indramayu pada tanggal 23 Maret 1988, tercatat sebagai Guru Honorer di UPTD SDN 2 Teluk Agung Indramayu.







 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SENANGNYA MEMILIKI ANAK PEREMPUAN"

Post a Comment