Pembelajaran Teks Fantasi Melalui Model Discovery Learning

 

Oleh : Sri Margawati, M.Pd.

Guru SMP Negeri 5 Depok



Perlunya pembelajaran bermakna kepada peserta didik di masa pandemi Covid-19 bertujuan untuk memberikan bekal kecakapan hidup. Pembelajaran Jarak Jauh diberikan untuk memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik. 


Pembelajaran bahasa Indonesia memiliki tujuan agar peserta didik mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Melalui empat keterampilan berbahasa, yakni keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak, diharapkan dapat memberikan pengalaman bermakna. 

Keterampilan menulis terkadang menjadi hal yang kurang dipahami oleh peserta didik. Perlunya pemahaman konsep menulis untuk mencapai tujuan. Perolehan nilai pada materi pembelajaran teks cerita fantasi di SMP Negeri 5 Depok masih perlu ditingkatkan, belum semua siswa di kelas memiliki nilai di atas KKM. Perlunya solusi untuk membantu pesera didik mencapai tujuan. . 

 

Terdapat perbedaan antara peserta didik yang memiliki nilai di bawah KKM dan peserta didik yang dapat membuat teks fantasi dengan baik. Hal itu tentu saja harus diatasi dengan penyajian pembelajaran yang bermakna agar dapat dipahami dengan baik. Melalui proses latihan, menggali pengetahuan, memahami konsep, pemberian pengalaman bermakna dan motivasi, diharapkan tujuan pembelajaran dapat terwujud. 


Semiawan dkk (1990 : 6) mengemukakan bahwa setiap anak mempunyai bakat – bakat tertentu hanya berbeda dalam jenis dan derajatnya. Untuk itu bakat dan kreativitas perlu ditumbuhkan pada diri setiap anak. 


Dalam rangka menumbuhkan kreativitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia perlunya memilih metode yang tepat. Metode yang digunakan harus  dapat menunjang kreativitas peserta didik agar dapat menerima dengan baik. Pemilihan metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi teks cerita fantasi dapat menggunakan metode discovery learning. Hal ini  diharapkan dapat meningkatkan bakat dan kreativitas peserta didik pada materi menulis teks cerita fantasi.  

 

Menurut Wilcox (Slavin, 1977), dalam pembelajaran dengan penemuan siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

 

Mulyasa (dalam Takdir, 2012:32) menyatakan bahwa discovery merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung di lapangan, tanpa harus selalu bergantung pada teori-teori pembelajaran yang ada dalam pedoman buku pelajaran.

 

Pada kompetensi dasar teks cerita fantasi, guru hanya berperan sebagai pemberi instruksi yang pelaksanaannya diserahkan kepada peserta didik. Model pembelajaran discovery learning diawali dengan pemberian rangsangan/stimulasi. Guru dapat menggali pengetahuan apa saja yang telah diketahui peserta didik tentang cerita fantasi, misalnya dengan penayangan video cerita fantasi. Langkah kedua adalah identifikasi masalah/problem statement, peserta didik mengamati dan mencatat hal-hal penting tentang cerita fantasi, peserta didik mengamati tayangan video dan mencatat hasil pengamatannya. Tahap ketiga adalah pengumpulan data, peserta didik mengumpulkan berbagai informasi dari materi ajar/video cerita fantasi. Tahap keempat pengolahan data/data processing. Tahap kelima adalah pembuktian/verification dari hasil pengamatan. Tahap keenam adalah menarik kesimpulan atau generalisasi tentang cerita fantasi. Berikutnya adalah proses menuliskan kembali cerita fantasi dan menulis cerita fantasi.  


Blended learning antara google meet, google clasroom dan grup WA, model pembelajaran discovery learning dapat meningkatan hasil belajar. Aktifitas belajar peserta didik yang meliputi keaktifan, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan kesungguhan selama mengikuti proses pembelajaran jarak jauh lebih meningkat. Pengetahuan tentang pengertian teks fantasi, struktur teks dan unsur kebahasaan cerita fantasi dapat lebih dipahami. (Depok, Oktober 2020)


 







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembelajaran Teks Fantasi Melalui Model Discovery Learning"

Post a Comment