Guruku Orangtuaku

Wiwi Widuri


Pahlawan tanpa tanda jasa, bekerja tanpa mengharapkan imbalan apalagi harta benda. Mereka membimbing penuh dengan kasih sayang. Mendidik   dengan penuh pengabdian,  mengarahkan dengan ketulusan, dan mendoakan dengan keikhlasan. Tak kenal lelah ataupun mengeluh. Satu yang diharapkan yakni mendapat rida Sang Illahi Rabbi,  Allah SWT.  


Guruku bukan orang lain, bukan pula mereka yang hanya mementingkan keinginan pribadi. Guruku adalah mereka yang tidak hanya mendahulukan nilai angka,  tetapi mereka yang menanamkan karakter pada kami hingga kami memiliki budi pekerti tinggi. Tidak hanya itu, melalui doa dan ketulusan serta keikhlasan dalam pendampingan yang diberikan menjadikan kami mampu meraih prestasi gemilang yang membanggakan. Tentunya semua ini atas kehendak Allah Swt. melalui kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh mereka, guru sekaligus orang tua kami.


Masa pandemi menjadi bukti akan kedekatan kami dengan keluarga terkhusus orangtua. Covid-19 menjadi kisah selama kami di rumah saja. Bosan mungkin iya, jenuh pastinya selalu menghinggapi,  tapi semua mampu kami atasi bersama keluarga tercinta terutama dengan orangtua. Berakhirnya corona maka berakhir pula pembelajaran kami di rumah bersama orangtua. Namun demikian mereka tetap pahlawan kami yang senantiasa membimbing dan mendidik kami di tengah kesibukan mereka selama ini. Semoga cepat berakhir. 


Guruku orangtuaku, itulah gambaran sosok mereka di mata kami. Berperan sebagai orangtua juga sebagai guru dalam mendidik dan mengarahkan kami tentunya tidak mudah. Namun semua bisa dikerjakan secara tuntas, ikhlas tanpa balas, walaupun mungkin mengalami beberapa kendala, tetapi tidak jadi soal bagi mereka. 


Guruku orangtuaku, sama sama memiliki peran penting dalam hidup. Sumber pengetahuan dan pengalaman kami selama ini. Jika hanya belajar dari buku mungkin mudah dan hasilnya hanya akan menjadi seorang yang kutu buku. Jika hanya teori mungkin juga mudah dimengerti dan hasilnya sulit untuk memahami karena hanya sekadar 'Ngerti'.  Namun jika belajar dari guru dan orangtua sebagai sumber ilmu dan pengalaman hasil yang didapat pun akan berbeda. Selain mengerti, mudah memahami,  dan yang terpenting mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 


Guruku di sekolah,  orangtuaku di rumah, mereka adalah pahlawan bagi kami. Semua arahan, bimbingan, dan pendampingan tak henti hentinya diberikan demi sebuah tujuan agar cita-cita dan harapan kami terwujud dengan sempurna. Ketulusanmu penuh doa, pengorbananmu penuh cinta, dan keikhkasanmu penuh makna. Mengeluh bukan kebiasaanmu, marah bukan sifatmu, lelah tak pernah kau tunjukan,  tapi Lillah selalu kau harapkan atas apa yang sudah diberikan untukku anak-anakmu. Guruku orangtuaku, akan terus tumbuh dalam sanubari hingga akhir nanti. Semoga. 



22/12/2020*literasiSelasapagibersamakami'dihari Ibu Sedunia#

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guruku Orangtuaku"

Post a Comment